gaya-hidup

Wisatawan Asing Pilih Desa Wisata Saat ke Yogyakarta

Jumat, 2 Desember 2022 | 13:30 WIB
Pasar Kebon Empring. (Instagram @Pasar Kebon Empring)

JURNAL METROPOLITAN - Seiring pulihnya industri pariwisata setelah mati suri dihantam dampak Covid-19, tujuan wisata ke Yogyakarta berganti tren.

Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan Badan Otorita Borobudur, Bisma Jatmika mengatakan tren pariwisata belakangan ini mulai mengalami pergeseran.

Bisma Jatmika melanjutkan kini wisatawan yang datang ke Yogyakarta dan sekitarnya lebih memilih wisata di luar ruangan.

Baca Juga: Gong Tarik wisatawan Laksmita 2023 Mulai Digelar Hari Ini

Awalnya wisatawan senang memilih hotel berbintang namun kini lebih banyak yang memilih aktivitas luar ruangan yang lebih menyehatkan.

Sehingga menginap di hotel bintang tiga sudah cukup tetapi bisa melakukan aktivitas lainnya di tempat lain.

Kondisi yang sudah lebih baik dari dua tahun sebelumnya juga berimbas pada jumlah wisatawan ke Yogyakarta. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo.

Singgih menjelaskan sejak Juli 2022 lalu tren kunjungan turis asing ke Yogyakarta mulai meningkat.

Baca Juga: Suka Tantangan, Ayo Ikut Tour de Merapi, Picu Adrenalin Wisatawan ke Desa Pancoh

Wisatawan dari Eropa yang datang baru-baru ini lebih memilih berkegiatan bersama warga lokal. Semisal mengunjungi desa wisata.

Di desa wisata ini wisatawan menikmati pemandangan alam sekaligus menyaksikan bagaimana orang-orang desa hidup sehari-hari.

Tak heran jika melihat sawah atau kebun serta menanak nasi menggunakan tungku membuat wisatawan asing menikmati kunjungannya di desa wisata tersebut.

Di sekitaran Yogyakarta wisatawan juga bisa memilih Borobudur. Karena kawasan ini akan terus dikembangkan ke depannya.

Baca Juga: Yuk, Ikutan Wisata ke Kawasan Setigi yang Jadi Kebanggan Warga Gresik

Halaman:

Tags

Terkini

5 Rekomendasi Kafe Instagramable di Puncak

Rabu, 30 April 2025 | 16:35 WIB