gaya-hidup

Ini Akibat Kurang Piknik

Rabu, 14 Desember 2022 | 11:20 WIB
Makan bersama keluarga ketika piknik (rieRIErie/Pixabay)

JURNAL METROPOLITAN - Wisata dan depresi, dua kata itu saling terkait. Akibat tak piknik bisa terjadi depresi.

Menurut klikdokter.com dengan piknik dan melakukan aktivitas rutin maka penyakit-penyakit kronik seperti depresi, alzheimer, diabetes, hipertensi, osteoporosis, dan penyakit jantung risikonya dapat dikurangi.

Dengan kata lain, mengapa seseorang dalam hidupnya dalam setahun harus piknik atau berwisata hal itu semata untuk menghindari akibat tak piknik itu.

Baca Juga: Jangan Ragu Datangi Tempat wisata Ini, Anak-anak Pasti Suka

Demi sehatnya jiwa, berwisata mengunjungi tempat yang indah dan menyenangkan atau piknik bersama keluarga jangan lupa untuk terus diagendakan.

Di sisi lain, kenyataannya menurut catatan The World Tourism Organization (UNWTO) orang Indonesia hanya melakukan piknik sebanyak 2,6 dalam setahun.

Jika dibiarkan dengan kondisi orang Indonesia yang kurang piknik tersebut, maka selain kurang baik untuk alasan kesehatan, kurang piknik juga akan berdampak kurang baik untuk pemerataan ekonomi.

Sehingga selain bermanfaat memberikan keseimbangan kesehatan pada pelakunya, piknik juga punya dampak untuk pemerataan ekonomi.

Baca Juga: Dari Jogja Mlipir ke Wisata Magelang, Ada Apa Saja?

Dengan melakukan piknik bersama keluarga dengan mengunjungi kota wisata atau tempat wisata akan menggerakkan ekonomi di sekitaran tempat wisata.

Dari akomodasi, transportasi hingga pengusaha kuliner akan menjadi sektor-sektor yang bergerak menghasilkan pendapatan.

Oleh karena itu Kemenparekraf menyebut pihaknya berupaya mendorong pariwisata domestik, baik dari wisatawan domestik maupun luar negeri.

Dengan mendorong peningkatan wisatawan domestik untuk piknik atau berwisata maka pemerataan ekonomi menjadi dampak yang diharapkan selain memberikan keseimbangan kesehatan.***

Tags

Terkini

5 Rekomendasi Kafe Instagramable di Puncak

Rabu, 30 April 2025 | 16:35 WIB