Meski begitu, keberadaan anak hiu karang hitam bukanlah hal yang menakutkan, meski wisatawan harus tetap berhati-hati dan ekstra waspada.
Hiu-hiu ini dapat dikatakan sebagai 'peliharaan' warga di Wayag.
Selain berenang bersama, wisatawan juga diperbolehkan memberi makan kawanan bayi hiu ini, meski kegiatan yang terakhir ini sangat kontroversial karena dapat mengurangi insting melesat mereka untuk berburu kelak ketika dewasa nanti.
Selain itu, memberi makan hiu sejak bayi berusia tak hanya menyebabkan ketergantungan pada manusia saja, tetapi juga mematikan 'bahaya alarm' yang mereka miliki.
Sehingga kelak ketika berusia dewasa dan tak lagi berenang di pinggir pantai, mereka cenderung terlalu dekat dengan manusia yang bisa membahayakan ikan hiu.
Baca Juga: Bidik Wisata Yogyakarta Olah Raga, Ini Agedanya
Sebab, sirip hiu jenis ini masih sangat laris dijual di pasar gelap untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ekspor.
Ada sejumlah rambu-rambu tegas yang harus dipatuhi wisatawan ketika ingin berenang dan memberi makan hiu, demi keselamatan.
Di antaranya tak memberi umpan di dekat anggota tubuh, dan tak ada bau darah atau sedikit darah yang keluar dari tubuh.
Dengan demikian, wisatawan yang terluka akibat terantuk batu-batu karang saat menjelajahi perbukitan Wayag dilarang berenang bersama para hiu ini.
Lokasi pos pantai ini hanya berjarak 5 menit dari lokasi bukit Wayag dengan menaiki kapal cepat. Jika ingin mengunjungi pos pantai ini, wisatawan hanya perlu menyampaikannya ke agen wisata yang disewa.***