JURNAL METROPOLITAN - Kabupaten Sleman Yogyakarta tidak hanya punya pemandangan Gunung Merapi yang bisa menjadi wisata alam.
Kabupaten Sleman juga punya sentra kerajinan bambu dan desa wisata lainnya yang juga tak kalah menarik untuk dikunjungi.
Potensi wisata yang ada di Kabupaten Sleman tersebut akan terus dikembangkan sehingga seluruh wilayahnya bisa mendatangkan wisatawan lebih banyak.
Baca Juga: Mengunyah Makanan Secara Perlahan Bisa Bantu Cegah Diabetes dan Jantung
Hal itu diutarakan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Ishadi Zayid yang mengatakan akan berusaha menambah kunjungan wisatawan ke Sleman khususnya Sleman bagian barat.
Ishadi Zayid mengatakan hal itu lantaran Sleman bagian barat wisatawan yang bisa dibilang masih sedikit, wilayah bagian barat itu terdiri dari Kecamatan Godean, Minggur, Sayegan dan Moyudan.
Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman pun melakukan strategi untuk mendatangkan wisatawan. Salah satu upayanya adalah dengan menggelar kegiatan yang bersifat lokal maupun internasional.
Seperti gelaran Arkamaya Sembung yang yang dilaksanakan pada Minggu 19 Februari 2023 ini. Arkamaya Sembung Festival ini merupakan kolaborasi Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman dengan desa wisata Arkamaya Sembung.
Baca Juga: Langsing Cara Ini Diawali dengan Halau Nafsu Makan Berlebih
Festival Arkamaya dilaksanakan di Jalan Lembah Wisata, Balecatur, Gamping, Sleman yang menghadirkan beragam kegiatan seperti senam massal, bazar UKMK dan lomba permainan tradisional.
Sleman bagian barat juga ada desa wisata Brajan. Desa yang terletak di Sendang Arum, Minggir, Sleman ini menawarkan produk kerajinan bambu.
Produk kerajinan bambu yang dihasilkan berupa peralatan rumah tangga. Sebanyak 20 ragam produk desa wisata Brajan sudah tembus pasar internasional.
Desa wisata lainnya adalah Desa Omah Salak, wisatawan bisa mengunjungi desa ini untuk gali segala sesuatu tentang salak.
Baca Juga: Wisata ke Spanyol, Jangan Lupa Cicipi Menu yang Mirip dengan Masakan Rumahan