"Alhamdulillah target yang dicanangkan oleh ketua pengcab 5 emas, kita melebihi target, kita mendapat 6 emas dan 1 perunggu, perunggu karena memang ada sedikit mis ya, target yang seharusnya juga beliau mendapatkan emas, tapi apa mau dikata ya, karena sudah maksimal," tuturnya.
"Alhamdulillah, terima kasih semua dukungan pengurus, KONI, dan pengcab yang sudah mendukung sampai tim Hapkido kota Bogor bisa bertanding di Karawang," sambungnya.
Soleh menjelaskan, adapun target selanjutnya yakni pihaknya bisa masuk ke tim Jawa Barat untuk ajang kejuaraan Asean di bulan Juni mendatang.
"Adalah BK, babak kualifikasi porda, sebelum babak kualifikasi porda ada kejurnas di Surabaya, Insya Allah kejuaraan Asean dan kejurnas di Surabaya kita bisa mengikuti," jelasnya.
Secara terpisah, penasehat Pengcab Hapkido Kota Bogor, Awaluddin Sarmidi mengucapkan rasa syukur atas keberhasilan kontingan Hapkido Kota Bogor karena berhasil melampaui target yang ditelah ditentukan sebelumnya.
Ia juga menyebut, prestasi yang dicapai itu sangat membanggakan khususnya bagi para atlet, pengurus cabang, serta bagi masyarakat Kota Bogor.
"Selamat kepada tim yang luar biasa. Kita perlu bersyukur kepada Allah SWT. Diharapkan pencapaian ini bisa menambah motivasi kepada seluruh atlet untuk terus berlatih mempersiapkan diri untuk mengikuti turnamen yang lebih besar yang akan datang," ujarnya.
Awaluddin menjelaskan, prestasi yang dicapai itu juga menjadi kado persembahan para atlet kepada pengurus Hapkido Kota Bogor yang baru saja terbentuk sekaligus juga menjadi kado selamat atas pelantikan Wali Kota Bogor yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 Februari 2025 mendatang.
Selain itu, ia juga menyebut bahwa jajaran pengurus saat ini tengah merumuskan berbagai program baik pembinaan maupun pola perekrutan yang akan difinalkan pada saat pelaksanaan Rakercab dalam waktu dekat ini.
"Salah satu kunci suksesnya Pengembangan olah Cabor ini adalah semua pengurus harus memiliki Visi yang sama dalam pengembangan HAPKIDO Kota Bogor, oleh sebab itu Program dan strateginya harus dibahas dan diputuskan bersama untuk menjadi pedoman bagi semua pihak yang terkait," jelasnya.
Adapun beberapa hal yang menjadi concern para pangurus di wilayah ini adalah bagaimana memperkenalkan Hapkido kepada masyarakat. Sebab, seni beladiri ini tergolong baru di Indonesia.
"Harapannya dari program tersebut, akan semakin tumbuh peminat olah raga ini dan dengan pola pembinaan yang tepat akan membantu percepatan lahirnya para atlet yang berprestasi," paparnya.(*)