olahraga

125 Suporter dan 2 Polisi Meninggal Dunia, Korban Kerusuhan Stadion Kanjuruhan

Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:00 WIB
Kerusuhan Stadion Kanjuruhan Malang (Polda Jatim)

JURNAL METROPOLITAN - Korban meninggal dunia dalam kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang bertambah menjadi 127 orang. Data tersebut dikonfirmasi oleh kepolisian yang dihimpun dari beberapa rumah sakit yang menjadi tujuan jenazah.

Kapolda Jatim Nico Afinta melaksanakan konferensi pers pasca terjadinya kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang, Minggu (2/10).

Kapolda Jatim menyatakan turut berduka cita atas korban yang meninggal dunia dalam kejadian ini. Ia juga memastikan ada 127 orang yang meninggal dunia karena kerusuhan di pertandingan Sabtu malam (1/10).

Baca Juga: Via TikTok, Bintang Sepak Bola Brasil Neymar Dukung Pencalonan Presiden Jair Bolsonaro

Korban tersebut berasal dari Aremania dan petugas kepolisian yang tengah bertugas.

“Dalam kejadian tersebut telah meninggal 127 orang, dua diantaranya anggota Polri, dan dari 125 orang, yang meninggal di stadion sekitar 34 (orang)," ungkapnya.

Awal mula kejadian bermula saat laga pertandingan antara Arema Vs Persebaya dengan kekalahan Arema skor 2 : 3 oleh Persebaya. Hal tersebut memicu suporter Aremania yang berada di tribun masuk ke dalam lapangan untuk mengejar pemain dan official Arema.

Petugas yang saat itu tengah bertugas mengamankan laga pertandingan berusaha mengimbau aremania untuk kembali ke tribun, namun tidak diketahui kenapa, massa semakin anarkis sehingga menyebabkan 2 petugas kepolisian meninggal dunia. Kemudian petugas melakukan tembakan gas air mata ke arah massa.

Baca Juga: Lagi, Timnas Indonesia Menang Tipis Atas Curacao 2-1 pada FIFA Matchday

Korban dari aremania yang meninggal di rumah sakit mayoritas nyawanya tak tertolong karena sudah dalam kondisi memburuk setelah kerusuhan yang terjadi. Mereka mayoritas menjalani sesak napas dan terjadi penumpukan, sehingga terinjak – injak karena panik akibat tembakan gas air mata.

“Mereka pergi keluar ke satu titik di pintu keluar, kalau enggak salah itu pintu 10 atau pintu 12. Kemudian terjadi penumpukan, di dalam proses penumpukan itulah terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen, yang oleh tim medis dan tim pergabungan ini dilakukan upaya penolongan yang ada di dalam stadion,” paparnya.

Dari sanalah akhirnya para korban dievakuasi ke rumah sakit terdekat mulai RS Wava Husada, RS Teja Husada, RSUD Kanjuruhan, hingga ada yang dilarikan ke rumah sakit di Kota Malang.

Tags

Terkini