JURNAL METROPOLITAN - Portugal memecat manajer Fernando Santos setelah tersingkir di perempat final Piala Dunia dari Maroko. Pemecatan ini terkait pencadangan Cristiano Ronaldo.
Keputusan Santos untuk mencadangkan Cristiano Ronaldo menjadi bumerang karena timnya yang selalu menjanjikan gagal tampil lagi di turnamen besar di Qatar musim dingin ini.
Portugal secara resmi mengumumkan pemecatan pria berusia 68 tahun itu pada Kamis (15/12/2022) malam. Dia telah memimpin tim nasional selama delapan tahun, dan kontraknya berjalan hingga 2024, tetapi lebih awal diputus sebelum kontraknya berakhir.
Presiden Federasi Sepakbola Portugal Fernando Gomes telah memprioritaskan manajer AS Roma Jose Mourinho sebagai penerus Santos.
Apakah Mourinho siap meninggalkan sepak bola klub untuk peran internasional masih harus dilihat, tetapi kesempatan untuk memimpin negaranya ke Euro 2026 bisa menggoda dia.
Santos mengambil alih pada tahun 2014 dan membimbing Portugal meraih trofi internasional besar pertama mereka, mengangkat Euro 2016 meskipun hanya memenangkan satu pertandingan dalam waktu normal sepanjang turnamen.
Namun Portugal kemudian tersingkir dari Piala Dunia 2018 di babak 16 besar, kalah 2-1 dari Uruguay.
Baca Juga: Piala Dunia: Ronaldo Menangis, Fernandes Tak Mau Disentuh? Mengapa?
Portugal merebut UEFA Nations League perdananya pada 2019 tetapi menderita kekalahan babak 16 besar lainnya di turnamen besar berikutnya, kali ini kalah 1-0 dari Belgia di Euro 2020.
Mereka tampil lebih baik di Piala Dunia musim dingin ini tetapi pada akhirnya tampil buruk, gagal untuk memenuhi status mereka sebagai salah satu favorit kompetisi.
Keputusan Santos untuk menolak Ronaldo untuk pertandingan babak 16 besar Portugal melawan Swiss tampak seperti pukulan telak setelah timnya meraih kemenangan 6-1.
Pengganti pemain berusia 37 tahun itu, Goncalo Ramos, mencetak hat-trick pada debutnya di Piala Dunia membuat keputusan itu semakin mengesankan.
Baca Juga: Ciptakan Hat-trick, Goncalo Ramos Jadi Bintang Portugal