JURNAL METROPOLITAN - Pelatih Chelsea Graham Potter diambang pemecatan menyusul makin terpuruknya prestasi klub Inggris itu dalam Liga Premier yang secara terus menerus dan berurutan mengalami kekalahan.
Kendati beberapa waktu lalu pemilik Chelsea, Tood Boehly menyatakan akan tetap mempertahankan Potter, tapi tampaknya mulai berpikir kembali sehingga muncul keinginan segera memecat Potter.
Terbukti Tood Boehly sudah menyiapkan dana 44,5 juta euro untuk mendatangkan mantan manajer Real Madrid itu untuk menggantikan Potter.
Baca Juga: Chelsea Terus Terpuruk, Potter Akui Tetap Didukung Todd Boehly
Kegaruan Boehly memecat Potter seperti pernyataan di media pekan lalu tampaknya karena salah satu rekannya tidak ingin mengeluarkan dana untuk merekrut Zinade mengingat mantan gelandang Juventus tersebut dengan bayaran tertinggi.
Kekalahan beruntun yang diderita Chelsea membuat Boehly secera cepat megambil keputusan. Apalagi, sejak ditangani Potter sudah sembilan pertandingan Chelsea kalah, trmasuk saat tandang di kadang AC Milan di Liga Champions.
Sejak Oktober Chelsea ditangani mantan pelatih Brighton itu, The Blues memulai perjalanan tanpa hasil yang membuat mereka hanya memenangkan satu pertandingan Liga Premier sampai tim Potter mengalahkan Crystal Palace pada hari Minggu.
Pertanyaan serius telah diajukan kepada pria berusia 47 tahun itu, yang mengalami peningkatan tekanan yang cukup besar dengan melangkah ke kursi panas The Blues.
Meskipun menunjukkan tanda-tanda kehidupan pertama dalam beberapa minggu dengan kemenangan atas Palace, berkat sundulan Kai Havertz, spekulasi tentang keselamatan Potter dalam beberapa pekan hari mendatang.
Baca Juga: Potter Frustrasi, Dikecam Penggemar dan Teriakkan Thomas Tuchel
Sementara itu, upaya pendekatan kepada agen Zinade, OK Diario mengklaim tawaran besar £44,5 juta per musim dari Chelsea sudah disampaikan kepada mantan pelatih Real Madrid dan manajer pemenang Liga Champions serial Zidane.
Manajer berusia 50 tahun itu telah keluar dari manajemen sejak 2021. Karena itu, Boehly dilaporkan siap menjadikannya manajer dengan bayaran tertinggi di dunia.***