entertainment

Beda Dari Konser Musik Biasa, Sunset di Kebun Raya Cibodas Kenalkan Plang Heroes Bucephalandra

Minggu, 6 Oktober 2024 | 15:57 WIB
Sunset di Kebun Raya Cibodas Phase 2 sukses digelar! Selain hadirkan musisi papan atas tanah air, Sunset di Kebun Raya juga hadirkan berbagai kelas edukasi dan ajak penonton lestarikan lingkungan. (Dims)

 

JURNALMETROPOLITAN.com - Bukan hanya sekedar pertunjukan musik, Sunset di Kebun ini juga tidak melupakan fungsi utama Kebun Raya yang merupakan pusat konservasi tumbuhan. Kebun Raya juga berfungsi sebagai tempat eduwisata yang sarat akan edukasi keanekaragaman hayati Indonesia.

Di sisi lain, keberadaan Kebun Raya juga diharapkan dapat memicu kecintaan terhadap lingkungan.

“Sunset di Kebun ini digelar untuk mengajak generasi muda agar lebih mengenal alam,
memperkenalkan flora yang ada di Kebun Raya. Selain itu, pelaksanaan event ini diharapkan bisa memperkenalkan Kebun Raya sebagai lokasi yang nyaman dan bisa menjadi destinasi eduwisata,” ujar General Manager Event Kebun Raya, Abi Irawan.

Baca Juga: Pecah! Dipadati Ribuan Penonton, Sunset di Kebun Raya Cibodas Phase 2 Sukses Digelar!

Kebun Raya memiliki lima fungsi kebun raya yakni konservasi, edukasi, wisata, penelitian dan jasa lingkungan. Program Sunset di Kebun ini dibuat sebagai perpanjangan lima fungsi tersebut.

Program ini dilakukan sebagai ajang untuk mengedukasi sisi konservasi kepada anak muda dengan memperkenalkan plant heroes pada setiap pelaksanaannya melalui bahasa musik dan program lainnya.

Plant heroes kali ini adalah tanaman Bucephalandra. Bucephalandra atau dikenal dengan sebutan Buce merupakan sejenis tumbuhan asli Indonesia yang termasuk ke dalam tumbuhan air.

Baca Juga: Kamu Cari Tempat Hiburan di Bandung? Simak nih 5 Rekomendasi yang Pas Kalian Kunjungi!

Uniknya tumbuhan ini memiliki bentuk daun yang mirip dengan tanduk banteng, bahkan beberapa spesiesnya memiliki kilauan iridescent yang memantulkan warnawarna indah saat disinari cahaya.

Bucephalandra pertama kali ditemukan pada tahun 1858 oleh ahli botani berkebangsaan Jerman, Heinrich Ludwig Wendland. Bucephalandra banyak yang endemik pulau Kalimantan, Indonesia.

Bucephalandra hanya bisa hidup di air bersih dan mengalir sehingga menjadi indikator kesehatan sungai di Kalimantan. Bucephalandra telah menjadi tanaman hias akuarium yang sangat populer sejak pertengahan abad ke-20.

Baca Juga: Jadi Saksi Bisu Perjuangan Kemerdekaan, Berikut Sejarah Lengkap Tentang Gedung Sate Bandung

Bucephalandra sekarang dibudidayakan secara komersial di banyak negara untuk memenuhi permintaan pasar aquascape.

Halaman:

Tags

Terkini