JURNAL METROPOLITAN -- Serial 'Alice in Borderland" agaknya mirip dengan film seri Jepang lainnya 'Gantz" (2011).
Disutradarai oleh Shinsuke Sato, 'Alice in Borderland' menjadi karya lain dari Sato yang ia hasilkan.
Selain 'Alice in Borderland', Sato yang dikenal mampu mengadaptasi serial manga dan anime populer menjadi live action itu sudah hasilkan banyak karya.
Karyanya mulai dari "Gantz" (2011), "Death Note: Light Up the New World" (2016), "Bleach" (2018), hingga yang terbaru, "Kingdom" (2019).
Baca Juga: 'Alice in Borderland' Musim Kedua Sudah Bisa Ditonton di Platform Streaming Ini
Namun, "Alice In Borderland" memiliki ide cerita dan teka-teki yang layak dipecahkan.
Serial 'Alice in Borderland' miliki level dan jenis permainan unik.
Film ini sudah punya penggemar sendiri yang fanatik dan rela menunggu hingga musim keduanya tiba nanti.
Penggemar penasaran di setiap permainan hingga mencari tahu dalang dari dunia permainan yang identik dengan koleksi kartu remi itu.
Baca Juga: Liburan Tahun Baru, Berikut Rekomendasi Film Menarik Untuk Ditonton, Ada 'Cek Toko Sebelah'
Melihat para pemain yang bahkan tidak tahu bagaimana mereka bisa masuk ke dalam situasi yang kacau ini, membuat penonton merasa ikut berada di situasi yang sama dan gregetan untuk segera menyelesaikan rangkaian permainan yang secara acak diberikan.
Selain ceritanya yang menarik dan membuat penasaran, serial ini juga memiliki sederet pemain film papan atas Jepang.
Ada Kento Yamazaki yang membuktikan dirinya sebagai salah satu aktor muda yang menjanjikan bagi industri dunia film Jepang.
Yamazaki telah membintangi banyak genre film beberapa tahun belakangan ini, mulai dari film aksi "Kingdom" (2019), film drama "Gekijou" (2020).
Baca Juga: Review Serial Manga One Piece Chapter 1069, Pertarungan Tak Terelakkan Luffy dan Lucci
Penampilannya di "Alice in Borderland" mampu menimbulkan kedekatan emosi yang kuat.
Tak hanya untuk para lawan mainnya, tapi juga audiens yang menonton dari layar kaca.