JURNAL METROPOLITAN - Biasanya hutan pinus berada agak jauh dari pusat kota tapi di Palembang, tempat wisata hutan pinus sangat mudah diakses bahkan lokasinya dilalui angkutan umum.
Tempat wisata hutan pinus Punti Kayu di Palembang itu memang merupakan hutan kota yang luasnya mencapai 12 hektare.
Punti Kayu menjadi tempat wisata warga Palembang karena selain memberikan hawa sejuk, juga bisa menikmati fasilitasnya yang bisa membawa kesenangan saat berada di hutan kota ini.
Bagi keluarga yang mengunjungi Punti Kayu bisa anak-anak ke Taman Edukasi Satwa untuk mengenalkan hewan. Setelah melihat tingkah laku hewan anak-anak bisa berlanjut bergembira ke Taman Bermain Anak.
Yang suka berfoto, di Punti Kayu juga tersedia Replika Landmark untuk mengabadikan berfoto dengan latar belakang bangunan ikonik dunia selama berada di tempat wisata ini.
Masih ada tempat lainnya yang menarik yang harus dirasakan yaitu berfoto di jembatan gantung. Jembatan gantung juga akan melengkapi foto-foto dengan latar belakang yang bagus-bagus di Punti Kayu.
Kenikmatan lainnya saat berada di hutan pinus Punti Kayu dengan memesan makanan di warung-warung yang menyediakan makanan dan minuman.
Baca Juga: Kuliner Sompil, Goyang Lidah Asik di Pasar Senggol
Fasilitas standar seperti toilet dan musala juga sudah tersedia sehingga berlama-lama di tempat wisata Punti Kayu tak perlu cemas karena terlewat waktu salat.
Untuk menuju ke Punti Kayu yang beralamat di Jalan Kol Burlian Km 6,5 Karya Baru, Kecamatan Alang-alang Lebar Kota Palembang juga bisa menggunakan angkutan umum.
Jika dari arah kota atau dari Masjid Agung Palembang, bisa menunggu angkutan umum jurusan KM5. Jika sudah sampai di KM5, kemudian berganti angkutan umum jurusan Talang Betutu dan berhenti di depan Punti Kayu.
Untuk pilihan angkutan umum lainnya bisa memesan ojek online. Atau bisa juga naik Trans Musi dari halte Masjid Agung dan berhenti di halte Punti Kayu. Mudah bukan?
Tempat wisata hutan kota Punti Kayu juga menjadi Destinasi Pariwisata Super Prioritas. Tempat wisata akan terus dikembangkan oleh pemerintah. **