JURNALMETROPOLITAN.com - Perhatian sebagian publik di media sosial kini tengah tertuju pada sosok Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati usai viral aksi kritis yang disampaikan siswanya, Josepha Alexandra dalam ajang final LCC MPR RI di Kalimantan Barat.
Ajang lomba cerdas cermat itu, sebelumnya menuai kontroversi ketika tim dari SMAN 1 Pontianak memberikan jawaban mengenai proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), namun dinyatakan keliru oleh juri.
Hal yang menjadi sorotan, jawaban serupa yang disampaikan peserta dari SMAN 1 Sambas justru dianggap benar oleh dewan juri.
Dalam kompetisi tersebut, Josepha Alexandra alias Ocha dan teman-temannya, sempat menyampaikan protes di arena lomba, tapi keberatan tersebut tidak diterima dengan alasan keputusan juri bersifat final.
Baca Juga: Semarak HUT Ke-209, Kebun Raya Bogor Hadirkan Taman Araceae dan Gelar Penanaman Pohon
Atas kontroversi itu, kini beredar isu adanya permintaan untuk diadakan final ulang atas kontroversi tersebut.
Meski demikian, Indang Maryati selaku kepala sekolah SMAN 1 Pontianak justru memutuskan agar sekolahnya tidak ikut apabila diadakan final ulang LCC MPR tersebut.
Tegas Menolak Final Ulang LCC MPR
Lewat pernyataan resmi SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati menegaskan sekolahnya tetap memberikan dukungan kepada SMAN 1 Sambas untuk tampil di tingkat nasional.
Indang menyebut, sikap tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap hasil kompetisi.
"SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI," kata Indang Maryati dalam pernyataannya, pada Kamis, 14 Mei 2026.
Artikel Terkait
Sosok Juri LCC MPR Indri Wahyuni Disorot Warganet usai Beredar Dugaan Status WA Nyeleneh: Ayo Ledekin, Bikin Aku Jatuh
Bertemu Wapres Gibran usai Viral Koreksi Juri LCC MPR, Josepha Alexandra: Diberi Motivasi dan Trik Debat
MPR Janjikan LCC 4 Pilar Kalbar Diulang, SMAN 1 Pontianak Tegaskan Tak akan Ikut