JURNALMETROPOLITAN.com - Sebagian publik sempat ramai memperbincangkan kontroversi dalam ajang Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) 2026.
Sebelumnya, seorang peserta siswa asal Makassar, Cathlyn Yvaine Lesmana diduga mengalami diskriminasi dan rasisme dalam proses Seleksi Paskibraka Sulsel 2026.
Kabar miring ini mencuat ke permukaan setelah Cathlyn disinyalir sempat mendapatkan peringkat 3 besar, namun digantikan peserta lainnya dari kabupaten Jeneponto.
Kini, kasus tersebut kian berbuntut panjang setelah Komisi A DPRD Provinsi Sulsel menjadwalkan pemanggilan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).
Baca Juga: Sorotan Khusus: BNN Sebut Anak Bupati di Riau Positif Pakai Ganja, namun Hanya dari Paparan Asap
Hal tersebut, dengan agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait kisruh dugaan pelanggaran seleksi peserta Paskibraka untuk tingkat nasional.
DPRD Sulsel Panggil Kesbangpol
Secara terpisah, Ketua Komisi A DPRD Sulsel, Andi Muhammad Anwar Purnomo menuturkan rencananya, RDP tersebut akan digelar pada Selasa, 2 Juli 2026 mendatang.
"Pemanggilan undangan RDP atas laporan dugaan pelanggaran penetapan hasil penjaringan tiga pasangan terbaik calon paskibraka untuk tahap verifikasi tingkat pusat," kata Andi di Makassar, pada Jumat, 29 Mei 2026.
Hal serupa juga diungkap anggota DPRD Sulsel, Andre Prasetyo Tanta.
Andre menyebut, RDP ini sebagai tindaklanjut laporan terkait atas dugaan adanya permainan dalam seleksi Paskibraka tingkat provinsi sehingga Cathlyn Yvaeni Lesmana dinyatakan tidak lolos.
Baca Juga: UMB Somasi Elfiany Syafruddin Usai Dicatut dalam Dugaan Penelitian Palsu Bersama Rifaldy Fajar cs
Artikel Terkait
Ratusan Siswa Berebut Jadi Paskibraka Kota Bogor 2026
Ihwal Kontroversi Paskibraka Cathlyn Yvaine Lesmana yang Gagal ke Tingkat Nasional, Benarkah Alami Rasisme?