JURNALMETROPOLITAN.com – Melestarikan kawasan konservasi tumbuhan eks-situ yang telah berusia ratusan tahun sembari tetap adaptif terhadap dinamika zaman modern merupakan salah satu tantangan terbesar dalam pengelolaan aset negara. Dalam beberapa tahun terakhir, inovasi pengelolaan Kebun Raya milik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Indonesia menunjukkan lompatan yang signifikan dalam banyak aspek.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Arif Satria menegaskan komitmen BRIN untuk menjadi motor penggerak pembangunan infrastruktur berbasis inovasi di Indonesia. Hal tersebut disampaikannya dalam Forum Temu Bisnis Strategis Berbasis Kemitraan Publik-Swasta yang diselenggarakan di Jakarta pada Desember 2025 lalu.
“Salah satu strategi utama dalam menghadapi masifnya perubahan global adalah penguatan kemitraan publik-swasta atau Public-Private Partnership (PPP). Sektor swasta memiliki peran krusial dalam memajukan industri nasional,” ujar Arif.
BRIN memiliki contoh sukses nyata dalam Kemitraan Publik-Swasta dalam pengelolaan Kebun Raya BRIN. PT. Mitra Natura Raya yang merupakan entitas dari Dyandra Group (IDX: DYAN) yang secara dedicated mengelola empat Kebun Raya milik BRIN yaitu Kebun Raya Bogor, Cibodas, Purwodadi dan Bali, kawasan yang dulunya dinilai kaku dan birokratis kini bertransformasi menjadi sebuah pengelolaan aset negara yang modern, hijau, akuntabel dan mendapat pengakuan internasional.
Dyandra Group (IDX: DYAN) memiliki rekam jejak panjang dan keahlian mendalam dalam sektor MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions). Industri MICE sendiri merupakan bagian dari industri Tourism, sehingga Dyandra Group ini menerapkan pendekatan pariwisata (tourism) yang lebih profesional dalam mengembangkan potensi Kebun Raya. Melalui sinergi ini, Dyandra Group melalui PT. Mitra Natura Raya menyuntikkan standar hospitality business yang prima ke dalam pengelolaan Kebun Raya dengan tetap mengedepankan unsur edukasi dalam Kebun Raya.
Tujuannya adalah mentransformasikannya menjadi destinasi eduwisata unggulan yang mampu menyajikan visitor experience yang profesional dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Baca Juga: Kolaborasi Pemkot Bogor dengan Yayasan dan GSJA Betlehem, Perkuat Penanganan Stunting
Paling menarik dari transformasi tersebut, fungsi utama Kebun Raya yang telah diatur oleh negara tetap terjaga dan tidak melenceng. Sehingga pengembangan dan modernisasi fungsi wisata tetap berjalan harmonis dengan fungsi konservasi, riset dan edukasi.
Paradigma baru dalam pengelolaan Kebun Raya
Selama beberapa dekade, operasional Kebun Raya nasional, seperti Kebun Raya Bogor, Cibodas, Purwodadi, dan Bali sangat bergantung pada keterbatasan anggaran belanja dinas pemerintah dan fluktuasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) konvensional. Ketergantungan pada PNBP ini membatasi ruang gerak untuk melakukan inovasi infrastruktur pelayanan publik, modernisasi fasilitas, maupun optimalisasi program konservasi tumbuhan yang membutuhkan biaya besar. Hampir setiap tahun, pendapatan PNBP tersebut kembali terserap habis untuk operasional pemeliharaan rutin Kebun Raya.
Perubahan paradigma dimulai ketika diperkenalkannya skema kemitraan pemerintah-swasta atau Public-Private Partnership (PPP). Dalam hal ini, PT Mitra Natura Raya (anak usaha dari Dyandra Group - DYAN) hadir sebagai mitra strategis profesional swasta yang dipercaya oleh BRIN untuk mengelola dan memodernisasi fungsi pelayanan publik dan wisata di empat Kebun Raya nasional tersebut.
Baca Juga: Delegasi Kota Bogor Raih Predikat Best Delegate pada Youth City Changers - Rakernas APEKSI 2026
Langkah restrukturisasi ini didorong oleh visi untuk memisahkan beban operasional harian fungsi wisata Kebun Raya dari tugas harian Aparatur Sipil Negara (ASN) periset, sehingga sesuai dengan tugas pokok BRIN, ASN periset dapat kembali fokus pada tugas inti periset, yaitu penelitian, konservasi terkait keanekaragaman hayati Indonesia dan riset lingkungan. Sebaliknya, PT Mitra Natura Raya mengembangkan kompetensi profesionalnya untuk mengelola aspek pelayanan dan wisata, mulai dari manajemen pengunjung, optimalisasi hospitality service, diversifikasi produk wisata kreatif, kebersihan, pemasaran digital, hingga pemeliharaan fasilitas umum demi kenyamanan publik.
Artikel Terkait
Cek Disini! Tarif Resmi Kebun Raya Cibodas Tahun 2026 Berlaku
KULTURA Sunda Ngariung di Kebun Raya Bogor, Sajikan Wayang Golek, Kuliner, dan Workshop Budaya Sunda
Beraksi Dua Kali, Pencuri Tanaman Langka di Kebun Raya Bogor Ditangkap