“Ini bisa menghilangkan kesempatan seseorang untuk memenuhi kecukupan energi dan 21 zat gizi selama 7 hari,” katanya.
Baca Juga: Kawal Efiesiensi Angaran Pendidikan, Anggota DPRD Kota Bogor Karina Soerbakti Temui Mahasiswa
Menurutnya, berdasarkan data dari United Nations Environment Programme, secara global, setiap orang menghasilkan rata-rata 74 kg food waste dalam setahun, dengan 26% berasal dari institusi jasa makanan dan 13% dari sektor retail.
Berdasarkan data Bappenas, salah satu penyebab utama food waste di sektor Hotel, Restoran, dan Katering (Horeka) adalah kurangnya edukasi bagi pekerja pangan dan konsumen mengenai pentingnya penanganan masalah ini.
“Acara ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk membangun gerakan bersama dalam mengurangi pemborosan pangan, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sisa pangan yang lebih efisien dan berdampak positif bagi masyarakat, ekonomi, dan lingkungan,” imbuhnya.(*)