Rumah adat Cikondang memiliki bentuk atap julang ngapak, konstruksi atap terdiri atas kuda-kuda dengan bahan kayu, gording dengan bambu, ditutup dengan atap bambu yang dibelah dua dengan teknik pemasangan tumpang tutup kemudian dilapisi ijuk.
Di bawah atap terdapat langit-langit atau para yang difungsikan untuk menyimpan peralatan upacara ritual 15 Muharram. Bagian tengah rumah ditutup dengan dinding anyaman bambu, di bagian ini terdapat beberapa ruangan.
Sebelum memasuki ruangan dalam rumah adat, terlebih dahulu melewati pintu di bagian depan yang terbuat dari kayu, kemudian memasuki ruang besar dimana terdapat hawu atau tungku masak di tengah-tengah dinding utara rumah.
Selain ruang besar ini juga terdapat dua ruangan di sisi timur yaitu ruang tidur dan ruang goah yaitu ruang tempat penyimpanan (pedaringan).
Baca Juga: Wisata Alam Pangalengan, Pojok Kabupaten Bandung yang Berkilau
Selain rumah adat, di sebelah utara berdiri leuit, yakni lumbung tempat menyimpan padi, di sebelah barat ada lisung untuk menumbuk padi menjadi beras.
Di dekat lisung, di sebelah utara, dibangun bale paseban yang fungsinya sebagai tempat pertemuan.***