nasional

Kepala SPPG Minta Maaf dan Siap Tanggung Jawab Buntut Dugaan Kasus Keracunan Massal di SMAN 2 Kudus Jawa Tengah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:25 WIB
Menyoroti penuturan pihak sekolah SMAN 2 Kudus, Jawa Tengah ihwal insiden keracunan massal yang dialami para siswa usai santap MBG. (Instagram.com@undercover.id)

Terlebih, Umam meminta maaf atas kejadian ini dan masyarakat diminta bersabar serta menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

"Kami tetap berkomitmen untuk bertanggung jawab penuh dan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang," tegasnya.

Menu MBG Ayam Suwir hingga Kuah Soto

Umam menuturkan, kejadian bermula dari laporan pihak SMA Negeri 2 Kudus yang menginformasikan adanya sejumlah siswa mengalami diare.

"Saya ditelepon pihak PIC (Person in Charge) atau penanggung jawab MBG sekolah SMA 2 Kudus yang menyampaikan ada siswa yang diare," tuturnya.

"Ada yang ke UGD, dan ada juga yang tidak masuk sekolah," tambah Umam.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Umam bersama stafnya mendatangi sekolah untuk melakukan verifikasi.

Baca Juga: Viral Warga Gantiwarno Klaten Marah-marah karena Sawahnya jadi Pembuangan Sampah, Mengaku Sempat Lapor Kelurahan tapi Tak Digubris

Terkhusus terkait menu MBG yang saat itu dikonsumsi para siswa, yakni ayam suwir, kuah soto ayam, dengan tempe dan tauge.

"Kami langsung melakukan klarifikasi terkait menu (MBG)," terangnya.

"Pada kesempatan itu saya juga menyampaikan permohonan maaf dan kesiapan bertanggung jawab, termasuk membelikan obat bagi siswa yang diare dan mengganti biaya pengobatan bagi yang dirawat di IGD," imbuh Umam.

Sempat Gelar Audiensi dengan Guru-Siswa

Dalam kesempatan yang sama, Umam menjelaskan pihaknya telah menggelar audiensi dengan pihak sekolah, guru, perwakilan kelas, serta beberapa siswa selama hampir setengah jam.

Kendati demikian, setelah audiensi, jumlah siswa yang mengeluh sakit perut terus bertambah hingga petugas puskesmas dan ambulans datang ke sekolah.

"Awalnya hanya beberapa siswa, tapi kemudian semakin banyak yang berdatangan ke unit kesehatan sekolah (UKS)," terang Umam.

Halaman:

Tags

Terkini