“Kasihan saya, anak didik generasi bangsa ini. Desa Kali Pasir ini berdiri dari tahun 1960, sekarang 2024. Kalau memang nggak bisa kerja, nggak usah kerja. Kalian digaji dari rakyat, tapi fasilitas rakyat tidak diutamakan,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa rakit seadanya yang biasa digunakan untuk menyeberang tidak memiliki standar keamanan yang mumpuni.
“Kayak gini coba, nggak ada satu pun alat keselamatan mereka. Jadi, ini nggak ada yang menjamin keselamatan mereka. Perahu ini juga udah rapuh, geram aku,” tuturnya.
Menurutnya, jarak tempuh perahu untuk menyeberang sungai tersebut sekitar 700 meter.
Bupati Lampung Timur Janjikan Pembangunan Jembatan
Menanggapi viralnya video tersebut, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah mengaku telah beberapa kali melakukan peninjauan langsung ke lokasi dan terus mengupayakan solusi terbaik agar akses penyeberangan yang aman segera terwujud.
“Jembatan di lokasi itu panjangnya kurang lebih 100 meter. Jika dibangun sendiri oleh pemerintah kabupaten, saat ini kami belum mampu karena keterbatasan anggaran,” ucap Ela, dikutip dari laman resmi Pemkab Lampung Timur pada Senin, 2 Februari 2026.
“Namun, kami tidak tinggal diam dan terus berupaya agar jembatan tersebut dapat segera dibangun,” tuturnya.
Solusi sementara yang ditawarkan adalah pembangunan Jembatan Merah Putih pada triwulan pertama 2026.
Adapun pembiayaan jembatan permanen, butuh anggaran Rp80 miliar, sementara Pemkab mampu mengalokasikan hampir Rp19 miliar dan tengah menunggu bantuan dari Pemerintah Pusat.(*)