nasional

Dilantik Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sebagai Bupati Bandung Barat, Ini Amanat untuk Hengky Kurniawan

Selasa, 8 November 2022 | 19:30 WIB
Hengky Kurniawan Dilantik Jadi Bupati Bandung Barat. (Foto: Instagram @hengkykurniawan)

JURNAL METOPOLITAN -- Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil memberikan amanat kepada Hengky Kurniawan usai melantiknya sebagai Bupati Bandung Barat sisa masa jabatan 2018-2023.

Ridwan Kamil saat melantik Hengky Kurniawan berpesan sangat dalam kepada suami dari Sonya Fatmala itu.

Sebelum dilantik, Hengky Kurniawan adalah Wakil Bupati dan menjadi PLt Bupati Bandung Barat sejak April 2021 pasca Aa Umbara ditangkap KPK karena kasus korupsi.

Pada amant pelantikan, Gubernur Ridwan Kamil berpesan agar Hengky Kurniawan dapat menjalankan sisa masa jabatan dengan baik dan belajar dari peristiwa penangkapan Bupati Bandung Barat sebelumnya Aa Umbara.

Baca Juga: Ridwan Kamil Berharap TPS3R Desa Wanajaya Atasi Permasalahan Sampah di Kabupaten Bekasi

"Jadi proses pergantian terjadi karena peristiwa hukum sehingga saya minta Pak Hengky belajar dan makanya integritas jadi nomor satu," kata dia.

Ridwan Kamil meminta Hengky Kurniawan menyiapkan strategi mengantisipasi resesi pada 2023 karena daerah ini memiliki potensi pendapatan asli daerah besar dari pariwisata.

"Seorang pemimpin itu mendapat ujian sesuai zaman masing-masing. Ujiannya silih berganti, kemarin ada pandemi dan potensi resesi. Nah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) harus menghitung apakah resesi berpengaruh kepada pariwisata yang menjadi andalan PAD KBB. Saya perintahkan untuk segera melakukan respons yang terukur," katanya.

Gubernur Ridwan Kamil mengatakan potensi resesi harus disikapi serius meskipun menurut perhitungan dampak bagi Indonesia tidak separah negara lain.

Baca Juga: Ridwan Kamil: Jawa Barat Bersiap Hadapi Potensi Krisis Ekonomi, Energi dan Pangan Tahun 2023

Ia menuturkan salah satu cara menghadapi resesi dengan melakukan transaksi ekonomi dalam negeri.

Indonesia, lanjut dia, meski diprediksi tak akan mengalami resesi separah negara lain, namun tetap mengedepankan transaksi di dalam negeri.

"Meskipun hitungannya secara global Indonesia tetap akan berjalan tidak separah negara lain. Syaratnya satu, kalau punya uang belanjakan untuk produk dalam negeri, kalau mau 'travel', maka 'travel'-nya dalam negeri, kalau bisa menabung, ditabung sehingga kalau ada apa-apa ada dana cadangan untuk merespons krisis," kata Ridwan Kamil.***

Tags

Terkini