nasional

Gempa di Cianjur Sebabkan Banyak Bangunan Sekolah Rusak, Ini Laporannya

Kamis, 24 November 2022 | 11:33 WIB
5 Potret Kerusakan Akibat Gempa Bumi di Cianjur, Rumah hingga Sekolah Rusak Parah (Instagram/@visitcianjur)

JURNAL METROPOLITAN - Gempa bumi berskala sedang yang terjadi di Kabupaten Cianjur Senin (21/11/2022) telah meluluhlantakkan beberapa bagunan termasuk sekolah.

Kenyataan itu membuat Pemerintah Kabupaten Cianjur memprioritaskan dana biaya tak terduga (BTT) untuk memperbaiki, atau membangun sejumlah sekolah rusak akibat gempa bumi.

Namun diakui Pemerintah Kabupaten Cianjur saat ini hanya memiliki Rp5 miliar dana BTT. Dana tersebut juga sudah terpakai untuk bencana lainnya yakni saat banjir di Kecamatan Cidaun beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Ikut Menangani Korban Terdampak Gempa Cianjur, Ini yang Dilakukan Polri

Oleh karena itu Bupati Cianjur Herman Suherman, melalui keterangan tertulisnya, Selasa (22/11/2022) menyatakan Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur masih menginventarisir jumlah sekolah yang mengalami kerusakan.

Diketahui yang terpantau rusak parah yakni SMPN 1 Cugenang yang sudah rata dengan tanah.

Banyak sekolah yang terdampak gempa juga diketahui Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim saat meninjau satuan pendidikan terdampak bencana gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, di antaranya TK PGRI Cugenang, SDN Cugenang,dan SMAN 2 Cianjur Rabu (23/11/2022).

Mendikbudristek menyampaikan bahwa prioritas utama kementerian adalah memastikan keselamatan para warga pendidikan dan berupaya semaksimal mungkin agar proses pembelajaran dapat tetap berlangsung.

Baca Juga: Presiden Joko Widodo Masuk Tenda Pengungsi Gempa Cianjur Bawa Ini

Berdasarkan data yang dihimpun Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas SPAB) per Selasa, 22 November 2022 pukul 6 sore, total jumlah sekolah yang terdampak adalah 342 satuan pendidikan, yang terdiri dari jenjang PAUD sampai SMA dan SMK, serta SLB dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Kepala SDN Cugenang, Yeni Yantriyati menyampaikan rasa terima kasih atas kesediaan Mendikbudristek hadir di sekolahnya.

SDN Cugenang memiliki 172 orang siswa, tujuh orang guru, satu orang penjaga sekolah, dan satu orang kepala sekolah.

Berdasarkan laporan terdapat tiga orang korban yang meninggal dunia akibat gempa yang berasal dari warga sekolah.

Selain itu cukup banyak atap ruang belajar yang berjatuhan, serta banyak fasilitas belajar di kelas yang rusak.

Halaman:

Tags

Terkini