nasional

Tergerak Jadi Relawan Kesehatan Terdampak Gempa Cianjur? Begini Prosedurnya

Kamis, 24 November 2022 | 12:40 WIB
Kemenkes Mobilisasi Relawan Kesehatan ke Titik Pengungsian Korban Gempa Cianjur (https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/)

JURNAL METROPOLITAN - Saat gempa bumi atau bencana alam tentu saja banyak anggota masyarakat maupun profesional ingin menjadi relawan.

Namun tidak seperti yang dibayangkan segampang kita membalik telapak tangan. Ternyata, ada kriteria atau aturan yang harus dipenuhi, termasuk untuk menjadi relawan bencana alam tim kesehatan misalnya.

Sebab, mekanisme penanganan bencana sebenarnya sudah ada. Pendataan berbagai pertolongan saat kejadian bencana biasanya sudah disiapkan.

Baca Juga: 40 Orang Masih Hilang, Polri Turunkan 10 Anjing Pelacak di Lokasi Gempa Cianjur

Institusi yang paling berkepentingan adalah Badan Penanggulangan Bencana. Institusi tersebut ada di setiap daerah.

Rujukan serta komando penanganan berada di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Sementara penanganan secara teknis tentu manjadi tanggungjawan intitusi terkait. Semisal penanganan kesehatan tentunya BNPB/BPBD akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan pihak yang terkait.

Penanganan kesehatan di lokasi gempa di Kabupaten Cianjur juga dilakukan Kementerian Kesehatan. Ada beberapa catatan yang disampaikan Kementerian Kesehatan dalam mobilisasi tim kesehatan.

Terkait mobilisasi tenaga kesehatan, Plt Kepala Pusat Krisis Kesehatan, Kemenkes, Sumarjaya mengatakan setiap relawan kesehatan tidak bisa langsung ke titik pengungsian korban terdampak. Melainkan harus koordinasi terlebih dahulu dengan Kemenkes di Posko Kesehatan.

Dengan demikian semua daerah-daerah terdampak yang terisolir yang membutuhkan pelayanan kesehatan bisa mendapatkan layanan kesehatan.

Baca Juga: Pemprov Jawa Barat Siapkan Rp 20 Miliar Dana Bantuan Tak Terduga Gempa Cianjur

Selain itu, semua relawan kesehatan baik dokter, tenaga kesehatan lingkungan, gizi, dan sebagainya bisa terdata dan ditempatkan di wilayah yang benar-benar membutuhkan tenaga kesehatan.

Untuk dokter spesialis akan dimobilisasi ke rumah sakit rumah sakit seperti RSUD Sayang, Rumah Sakit Bhayangkara, Rumah Sakit Cimacan, dan RS Dr. Hafiz.

“Kita yang menentukan supaya kita tahu daerah-daerah yang disentuh segera oleh pelayanan kesehatan untuk meningkatkan peran kesehatan,” ucap Sumarjaya.

Halaman:

Tags

Terkini