nasional

Jurus Pemkab Sleman Atasi Kesuburan Tanah Buruk dan Keterbatasan Lahan

Kamis, 24 November 2022 | 13:25 WIB
Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman saat melakukan panen bersama padi organik varietas Sinta Nur milik Kelompok Tani Mekar di Ngalian, Widodomartani, Ngemplak, Rabu (23/11/2022). (ist)

Maka penerapan SOP budi daya padi organik akan sangat membantu petani meraih produksi yang tinggi.

“Memang pada tahap awal penerapan budi daya secara organik, produktivitas padi per musim tanam yang dihasilkan lebih rendah dibanding budi daya secara konvensional akan tetapi pada tahap selanjutnya produktivitas padi organik cenderung naik sementara yang konvensional akan konstan,” terang Suparmono, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman saat melakukan panen bersama padi organik varietas Sinta Nur milik Kelompok Tani Mekar di Ngalian, Widodomartani, Ngemplak, Rabu (23/11/2022).

Dari panen bersama ini, diperoleh hasil ubinan rata-rata 5,5 kg per ubin atau 8,8 ton/ha. Dari produksi luasan sawah 2,5 Ha sudah langsung dibeli oleh Koperasi Petani Milenial Yogyakarta (Kompakyo).

“Lebih berbahagia lagi karena padi ini sudah mendapat sertifikasi oleh lembaga Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman (LeSOS). Dengan adanya sertifikasi ini berarti telah memberikan kepercayaan kepada konsumen bahwa produk yang dihasilkan memang benar-benar organik,” tambah Suparmono.

Baca Juga: Tim Teknik Fisika UGM Juarai Lomba Karya Ilmiah Pertanian

Biaya sertifikasi organik yang cukup mahal bagi petani pada tahap awal dibantu oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY. "Selain itu dengan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) yang sudah dimiliki sejak tahun 2019, kini Kelompok Tani Mekar mampu menjadi penghasil pupuk organik dengan nama PON," pungkasnya.***

Halaman:

Tags

Terkini