JURNAL METROPOLITAN - Kejadian hujan dengan intensitas tinggi yang diperkirakan akan dialami Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga Februari 2023, membuat Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengambil langkah antisipasipatif.
Langkah yang diambil Pemerintah Provinsi DIY adalah dengan menetapkan DIY siaga darurat. Langkah itu menyusul banyak bencana hidrologi yang terjadi di wilayah DIY belakangan ini.
Disela penyerahan bantuan untuk korban bencana gempa di Cianjur. Sri Sultan HB X di Kantor BPBD DIY pekan lalu Sri Sultan HB X mengatakan bukan hal asing di wilayahnya menetapkan siaga darurat.
Baca Juga: BMKG: Jakarta dan Sekitarnya Diguyur Hujan Sepanjang Minggu
Hal itu menurut Sri Sultan HB X dikarenakan wilayah Yogyakarta masuk wilayah yang rawan bencana. Sehingga penetapan siaga darurat memudahkan pihaknya melakukan penanganan.
Selain itu dengan penetapan status siaga darurat, Pemerintah Provinsi DIY dalam penanganan bencana dapat menggunakan anggaran biaya tak terduga (BTT).
Dari laman BPBD DIY diketahui hingga 30 November 2022 BPBD DIY telah menerima peringatan dini sebanyak dua kali dari BMKG.
Peringatan itu berupa potensi hujan sedang hingga lebat yang terjadi di wilayah DI Yogyakarta.
Baca Juga: Wisatawan Asing Pilih Desa Wisata Saat ke Yogyakarta
Sementara BPBD Kabupaten Bantul menyebutkan sedikitnya ada tujuh kejadian dampak cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang dan lebat pada Oktober 2022 lalu.
Ketujuh dampak cuaca ekstrem itu terdari dari empat kejadian gerakan tanah, dua pohon tumbang, dan satu banjir atau genangan.
Sementara berdasarkan data yang dikeluarkan BPBD DIY sepanjang 2021, tercatat ada 338 Kejadian tanah longsor. Selanjutnya bencana gempa bumi dengan jumlah 217 kejadian. Namun sebagian besar atau 203 di antaranya adalah gempa tidak terasa.
Bencana alam yang terjadi selanjutnya adalah angin kencang 148 kali, kebakaran pemukiman dan bangunan 155 kali, kebakaran lahan 18 kali, banjir 11 kali, banjir lahar hujan tiga kali, letusan gunung api dua kali.
Dan satu kejadian pandemi yang telah berlangsung sejak 2020.***