JURNAL METROPOLITAN - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan 13 kecamatan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah berpotensi bahaya tanah longsor dengan kategori sedang dan tinggi.
Tidak hanya itu, ada 14 kecamatan lain di Kabupaten Karanganyar memiliki potensi bahaya banjir dengan kategori sedang dan tinggi.
"Karena itu, BNPB mengimbau masyarakat sekitar yang berpotensi terkena dampak harus tetap waspada dan siaga menghadapi bahasa hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor," jelas Abdul Muhari, Ph.D, Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, di Jakarta, Sabtu (24/12/2022).
Baca Juga: Gempa Cianjur Sebabkan Longsor Jalur Cianjur-Puncak, PUPR Kerahkan 5 Excavators
Muhari menyebut terjadi kondisi cuaca ekstrem periode natal 2022 dan tahun baru 2023 yang terjadi pada periode 21 Desember 2022 hingga 1 Januari 2023.
Satu warga meninggal dunia dilaporkan BPBD Karanganyar akibat tertimbun tanah longsor pada Jumat petang (23/12). Peristiwa ini terjadi pada pukul 18.00 WIB.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar telah mengevakuasi korban meninggal yang terjadi di di Dusun Karanglo, Desa Sidomukti, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar.
Menurut informasi BPBD, kata Muhari, tanah longsor juga menimpa beberapa titik di Kecamatan Jenawi, yaitu teridentifikasi di Dusun Nglebak, Desa Lempong.
Baca Juga: Ratusan Rumah Warga di Delapan Kecamatan di Simuelue Tergenang Banjir
Tanah longsor merusak tempat tinggal dan talud di sekitar bangunan rumah warga. ***