nasional

BMKG: Puncak Hujan di Jateng Terjadi Januari-Februari, Berpotensi Gelombang Tinggi

Selasa, 3 Januari 2023 | 06:35 WIB
Hujan yang terus melanda di Jawa Tengah menyebabkan banjir. (Dok. BNPB)

JURNAL METROPOLITAN - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyampaikan, puncak musim hujan di Provinsi Jawa Tengah akan terjadi pada bulan Januari hingga Februari 2023.

“Selain hujan, wilayah Jateng juga berpotensi mengalami gelombang tinggi dan angin,” kata Dwikorita, Senin.

Sementara terkait potensi hujan lebat, sejak Minggu (1/1), BNPB bersama BMKG telah mengoperasikan 1 pesawat Casa TNI untuk melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC) di wilayah Jawa Tengah. Diharapkan TMC ini dapat mengurangi intensitas hujan yang turun.

Baca Juga: BNPB: 27 Kecamatan di Karanaganyar Berpotensi Bahaya Tanah Longsor dan Banjir Bandang

"Garam akan ditabur di atas Laut jawa sehingga awan-awan dipaksa "menurunkan" hujannya sebelum memasuki wilayah Jawa Tengah. Kita memang tidak bisa mencegah, namun harapannya dapat mengurangi intensitas hujan yang tadinya lebat menjadi sedang, dan sedang menjadi ringan," jelas Dwikorita.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berterima kasih atas dukungan yang telah diberikan BNPB, khususnya bantuan TMC.

“Dua hari ini hujannya berhenti berkat TMC yang dilakukan BNPB dan BMKG berhasil sehingga banjir bisa pasang surut,” kata Ganjar.

Kepala BNPB bersama Gubernur Jawa Tengah dan Kepala BMKG juga tersinggung meninjau langsung dapur umum di Taman Brotojoyo, Desa Sentoso, Kecamatan Semarang Utara. Dalam satu hari dapur umum dapat membuat 1.500 nasi bungkus yang akan dibagikan kepada warga yang menderita banjir di Kota Semarang.

Baca Juga: BMKG: Cuaca Berawan dan Hujan Ringan Mendominasi Sejumlah Kota di Indonesia

Tinjauan selanjutnya dilakukan di Stasiun Tawang, di mana stasiun tersebut sempat terendam saat banjir melanda Kota Semarang pada Sabtu (31/12) lalu.

Namun saat ini, air sudah surut total dan operasional kereta api sudah kembali normal.

"Kemarin kita tahu ada kurang lebih 10 jadwal yang dibatalkan akibat banjir, hari ini sudah bisa surut total salah satunya juga berkat TMC yang didukung oleh BNPB dan BMKG, terima kasih banyak," kata Ganjar.

Ganjar juga meminta kepada jajarannya untuk selalu memantau jalur lalu lintas transportasi baik darat, laut, maupun udara mengingat cuaca yang sedang tidak menentu. Dirinya juga mengimbau bupati dan walikota untuk berpatroli meninjau langsung kondisi di lapangan.

Baca Juga: BMKG Prediksi Semua Wilayah Jakarta Diguyur Hujan Disertai Angin Kencang

Halaman:

Tags

Terkini