JURNAL METROPOLITAN - Striker tim nasional Jerman Thomas Mueller sangat kecewa dengan tersingkirnya dari Piala Dunia Qatar. Dia menyebutnya bencana setelah dua kali secara beruntun mengalami kekalahan.
Jerman berhasil melibas Kosta Rika 4-2 di Grup E, Kamis. Di sisi lain di Grup E, Spanyol tersandung 1-2 di tangan Jepang yang berarti Jerman finis peringkat tiga klasemen di belakang Spanyol, saat kedua tim Eropa itu mengantongi sama-sama empat poin dan peringkat ditentukan oleh selisih gol.
"Ini sangat pahit bagi kami karena hasil ini seharusnya cukup," kata Mueller.
Baca Juga: Jerman Protes Ancaman FIFA dengan Aksi Tutup Mulut di Piala Dunia
Mueller menjadi bagian skuad Jerman yang meraih trofi Piala Dunia 2014 dan juga membela negaranya saat tersisih dari fase yang sama empat tahun lalu di Rusia.
Apalagi dia sudah sangat berjasa untuk Jerman dengan memenangkan Piala Dunia 2014. Tapi bersamanya pula Der Panzer gagal di Piala Dunia 2018 dan 2022.
Mueller sendiri mengaku tak bisa berbuat banyak untuk Jerman pada Piala Dunia 2022. Untuk kedua kali beruntun negaranya tersingkir dari fase grup Piala Dunia.
Bintang Bayern Munich adalah salah satu pemain veteran yang masih dipertahankan Hansi Flick. Tentu saja kegagalan di Qatar terasa sangat menyakitkan.
Mueller menjadi bagian skuad Jerman yang meraih trofi Piala Dunia 2014 dan juga membela negaranya saat tersisih dari fase yang sama empat tahun lalu di Rusia.
“Jika ini adalah pertandingan terakhir saya ini akan menjadi kebanggaan yang luar biasa,” kata Thomas Mueller kepada Das Erste, Jumat (2/12/2022).
Baca Juga: Jerman 'Ogah' Anggap Enteng Jepang
“Kami mengalami saat-saat luar biasa bersama. Di semua pertandingan saya mencoba meninggalkan hati saya di lapangan. saya melakukannya dengan cinta,” katanya.
Isyarat pemain 33 tahun menjadi tanda tanya besar. Apakah dia akan benar-benar pensiun dari timnas Jerman, atau tetap melanjukan kiprah selama masih dipercaya.
Yang jelas, keputusan pensiun akan sangat disayangkan. Karena Thomas Mueller hanya butuh dua pertandingan lagi untuk melampaui rekor milik Bastian Scweinsteiger.