JURNAL METROPOLITAN - Pengusiran terhadap ribuan pekerja asing dari sedikitnya 12 apartemen sekitar lokasi menjelang dibukanya Piala Dunia Qatar berbuntut panjang.
Rupanya aksi pengusiran besar-besaran pemerintah Qatar terhadap sedikitnya 1500 pekerja asing tersebut membuahkan kecamatan dan tidak simpatiknya dari sejumlah pihak.
Dua pemilik pub terkenal di Jerman misalnya, akan memboikot siaran langsung Piala Dunia atau sejenisnya.
Keputusan yang dinilai berisiko akan ditinggalkan pelanggan misalnya diambil dua pemilik pub di Jerman.
Mereka mengatakan kebijakan pengusiran terhadap ribuan pekerja yang nora bener mengerjakan stadion Piala Dunia dan sejumlah fasilitas, termasuk apartemen untuk penonton itu sebagai tindakan melanggar hak asasi manusia (HAM) negara Teluk itu.
Qatar, negara Timur Tengah pertama yang menjadi tuan rumah Piala Dunia, mendapat tekanan internasional yang kuat atas perlakuannya terhadap pekerja asing dan undang-undang sosial yang membatasi.
Kegelisahan atas catatan hak asasi manusia negara itu telah menyebabkan seruan bagi tim dan ofisial untuk memboikot pertandingan pada 20 November-Desember. 18 turnamen.
"Terlalu banyak hak asasi manusia yang dilanggar dan dari sudut pandang etika, saya tidak bisa membenarkannya," kata Fanny Delaune, pemilik bar olahraga "Babel" di Bonn.
Tobias Epping, pemilik bar "Die Wache" di kota, juga akan melakukan hal yang sama.
"Bukan hanya saya, tetapi juga pelanggan tetap saya yang saya minta untuk memilih di Facebook dan Instagram memutuskan untuk tidak menunjukkan Piala Dunia karena ada titik ketika kami mengatakan 'cukup'," katanya.***
Artikel Terkait
Presiden Beri 500 Juta, Sangu Timnas Sepak Bola Amputasi Ke Piala Dunia
Qatar Diperdayai Kanada 2-0 tanpa Balas Dalam Laga Persahabatan Jelang Piala Dunia
Pemain Timnas Jerman akan Mendapat Bonus 400.000 Euro JIka Berhasil Membawa Pulang Piala Dunia
Tanpa Tim Italia? Qatar Bersiap Jadi Tuan Rumah Terbaik Piala Dunia 2022
Ribuan Pekerja Asing Dipaksa Kosong Apartemen Kota Doha Jelang Piala Dunia