JURNAL METROPOLITAN - Pemain naturalisasi Jordi Amat mulai memperkuat tim nasional Garuda pada Piala AFF 2022. Di sisi lain, dia sedih karena Sandy Walsh tak bisa bergabung.
"Saya siap memberikan penampilan terbaik dalam debutnya bersama tim nasional Indonesia pada Piala AFF 2022," jelas Jordi selepas latihan timnas di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa.
Bek berusia 30 tahun itu yakin dengan performa skuad Garuda yang makin kuat dan solid. Ia berharap bisa membantu Indonesia memenangi laga perdana melawan Kamboja pada 23 Desember nanti.
Baca Juga: Jordi Amat Optimistis dengan Timnas Indonesia Usai FIFA Terima Pergantian Federasi
Jordi, yang resmi berstatus WNI pada 17 November lalu, mengatakan dia bersama tim sudah siap menjalani laga perdana Piala AFF apalagi mereka sudah berlatih sangat keras selama 22 hari di Bali.
Dia mengatakan timnas siap, semua pemain telah menantikan pertandingan perdana kami dan siap memberikan penampilan terbaik bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pria berdarah Indonesia-Spanyol itu juga mengaku tidak sabar melakoni laga perdana bersama timnas dan mengenakan jersey timnas Indonesia. Ia akan mengenakan jersey nomor punggung 4.
Namun disisi lain, Jordi Amat merasa sedih dan kecewa karena Sandy Walsh tak bisa membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2022 karena tidak dilepas klubnya, KV Mechelen.
Saat tahu nama Sandy tidak masuk daftar 23 pemain untuk Piala AFF 2023, Jordi langsung mengontak Sandy. Pemain 30 tahun ini ingin menguatkan hati rekannya yang belum berkesempatan debut di 2022.
Baca Juga: Selangkah Lagi, Jordi dan Sandy Resmi Jadi WNI Usai Presiden Jokowi Tekan Surat Naturalisasi
Sandy tak tak bisa membela Timnas Indonesia karena harus membela Mechelen. Bersamaan dengan Piala AFF 2022, Mechelen akan menjalani lima pertandingan liga dan kejuaraan di Belgia.
Jordi berharap pada kesempatan berikutnya Sandy akan bergabung bersama. "Seperti yang saya sampaikan, kami adalah tim yang kuat dan kami penuh persiapan. Jadi kini kami menanti untuk menampilkan yang terbaik," ujarnya.
Hubungan Sandy dan Jordi terbilang cukup dekat. Ini karena keduanya menjalani proses naturalisasi secara bersamaan. Bahkan keduanya menjalani sumpah menjadi warga negara Indonesia bersama-sama.***