JURNALMETROPOLITAN.com - Musisi dan produser terkenal Ahmad Dhani menegaskan perannya sebagai juri dalam ajang pencarian bakat “The Icon Indonesia”, yang berlangsung di Gedung Sency lantai 8 pada Senin (6/4/2026).
Usai acara, Dhani menyatakan akan menilai peserta dengan jujur dan apa adanya.
“Saya pastikan akan menjadi juri yang paling jujur. Jika tidak enak, ya saya katakan tidak enak,” ujarnya tegas.
Dhani juga mengungkap alasan keterlibatannya dalam program tersebut. Ia mengakui faktor profesional, termasuk honor, menjadi pertimbangan, namun tetap melihat ajang ini sebagai kontribusi penting bagi industri musik tanah air.
Baca Juga: Terima SK Kepengurusan 2025–2030, Dedie A. Rachim Resmi Nahkodai PAN Kota Bogor
“Ya, itu semua bagian dari pertimbangan,” kata Dhani singkat.
Lebih lanjut, Dhani menilai “The Icon Indonesia” sebagai platform penting untuk menumbuhkan kecintaan pada karya lokal. Ia menyoroti potensi peserta dari berbagai daerah, termasuk Jawa Timur.
“Ini kan produk lokal, jadi kita harus mendukungnya. Ada peserta dari Malang, yang performanya bagus. Ke depannya, mungkin saya akan mengadakan audisi sendiri di Surabaya,” ungkapnya.
Yang menarik, Dhani menekankan bahwa konsep “icon” dalam ajang ini tidak hanya soal kemampuan vokal. Baginya, karakter dan keunikan peserta lebih menentukan.
“Menurut saya, menjadi ‘Icon’ tidak harus suara bagus. Yang penting memiliki keunikan. Banyak penyanyi luar negeri suaranya biasa saja, tapi sangat ikonik,” jelasnya.
Ia mencontohkan musisi dunia seperti Mick Jagger dan Billy Corgan, yang memiliki karakter kuat meski bukan dikenal karena kualitas vokal semata.
Dalam proses penjurian, Dhani juga menegaskan tidak segan menyingkirkan peserta yang dianggap kurang menonjol sejak awal.