“Sejatinya film horor harus bisa dinikmati lebih luas lagi, terutama untuk “Jailangkung: Sandekala” ini,” ungkap Kimo.
Baca Juga: Kinaryosih Bintangi Film Horor Web Series Berjudul Siapa Takut, Adu Akting dengan 5 Aktor Cilik
“Jadi harus dilihat bagaimana caranya film ini bisa dinikmati oleh jangkauan umur yang lebih luas, seperti keluarga yang membawa anak-anaknya yang 13 tahun ke atas supaya bisa menonton film ini juga,” tambahnya.
Baca juga: Kisah terbaru permainan mistis lewat film "Jailangkung: Sandekala"
2. Mengadaptasi cerita mitos Sandekala yang berasal dari Jawa Barat
Film “Jailangkung: Sandekala” kali ini merupakan versi reboot dari film “Jailangkung” dan “Jailangkung 2”. “Jailangkung: Sandekala” mengangkat cerita yang berbeda tentang mitos masyarakat Jawa Barat, bernama Sandekala yakni mitos makhluk halus yang akan meneror dan mengganggu anak kecil yang keluar menjelang Magrib.***