“Sejatinya film horor harus bisa dinikmati lebih luas lagi, terutama untuk “Jailangkung: Sandekala” ini,” ungkap Kimo.
Baca Juga: Kinaryosih Bintangi Film Horor Web Series Berjudul Siapa Takut, Adu Akting dengan 5 Aktor Cilik
“Jadi harus dilihat bagaimana caranya film ini bisa dinikmati oleh jangkauan umur yang lebih luas, seperti keluarga yang membawa anak-anaknya yang 13 tahun ke atas supaya bisa menonton film ini juga,” tambahnya.
Baca juga: Kisah terbaru permainan mistis lewat film "Jailangkung: Sandekala"
2. Mengadaptasi cerita mitos Sandekala yang berasal dari Jawa Barat
Film “Jailangkung: Sandekala” kali ini merupakan versi reboot dari film “Jailangkung” dan “Jailangkung 2”. “Jailangkung: Sandekala” mengangkat cerita yang berbeda tentang mitos masyarakat Jawa Barat, bernama Sandekala yakni mitos makhluk halus yang akan meneror dan mengganggu anak kecil yang keluar menjelang Magrib.***
Artikel Terkait
Kinaryosih Bintangi Film Horor Web Series Berjudul "Siapa Takut", Adu Akting dengan 5 Aktor Cilik
Yeon Sang Ho Kembali Garap Thriller 'Jung E' Usai 'Train to Busan' yang Populer
Sinopsis Serial Thriller 'Bastard' yang Berkisah tentang Keluarga Psikopat, Park Ji Hoon Ambil Bagian
Film 'Broker' Masuk Nominasi NAACP Image Awards 2023, Ini Kategorinya