Pentingnya kontrol porsi makanan juga berdampak pada usus. Porsi yang terlalu besar dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan ketidaknyamanan.
Jika pernah merasa kram atau kembung setelah makan besar maka tak diragukan makan berlebihan merupakan penyebabnya.
Selain itu mengukur waktu makan juga akan membuat tubuh segar, puas, dan berenergi setelah makan. Hal ini disebakan karena telah berhasil mengalahkan "kabut otak setelah makan siang" yang ditakuti.
Di luar ketidakseimbangan perut, kelebihan kalori (mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dapat dibakar tubuh) telah terbukti berkontribusi terhadap kenaikan berat badan secara keseluruhan.
Baca Juga: Erick Thohir Optimistis Sepakbola Indonesia Berjaya di Asia Tenggara
Bahkan pada orang dewasa dan atlet yang aktif juga akan mengalaminya jika terbukti mengonsumsi kalori berlebih.
Kecuali protein murni, pemberian makan berlebihan cenderung berdampak negatif pada komposisi tubuh, yang mengakibatkan kenaikan berat badan atau massa lemak.
Untuk melakukan kontrol porsi makanan setiap orang berbeda-beda. Namun genetika dan gaya hidup memainkan peran utama dalam jumlah dan jenis nutrisi yang harus dimakan.
Mulailah dengan menentukan tipe tubuh seperti endomorph, ectomorph, atau mesomorph. Ini akan membantu menentukan rasio makronutrien, protein, lemak, dan karbohidrat, atau harus memilih lebih banyak atau lebih sedikit kalori pada hari biasa.
Semakin banyak mengetahui tentang nutrisi, semakin mudah merancang pola makan yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan melakukan kontrol porsi makanan. Pelajari lebih lanjut tentang makro dan mikronutrien tersebut.***
Artikel Terkait
Amandemen yang Memantau Berat Badan di Sekolah Diprotes Warganet Korea
Makanan Thailand Ini Jadi Favorit Orang Amerika
Tempat Kuliner di Chiang Mai Ini Sajikan Makanan Halal
Hati-hati Konsumsi Pemanis yang Mengandung Erythritol, Bisa Berbahaya
Orang Arab Saudi Mulai Konsumsi Makanan Sehat untuk Hindari Obesitas