iptekes

Peneliti Kendalikan Kasus DBD dengan Teknik Serangga Mandul? Ini Dia Penjelasannya

Minggu, 13 November 2022 | 09:45 WIB
Nyamuk Anopheles Stephensi (Theguardian.com/James Gathany)

Aedes Nyamuk Mematikan

Profesor Intan Ahmad Musmeinan, Guru Besar Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB, leader dari kegiatan pengendalian nyamuk Aedes ini, menjelaskan nyamuk adalah hewan paling mematikan di dunia.

Intan menyampaikan kasus DBD pertama kali ditemukan di Jakarta dan Surabaya pada tahun 1968. Kasus DBD semakin meningkat dari waktu ke waktu. “Angka kematian akibat DBD tidak berada pada tingkat yang sangat tinggi tetapi tetap dapat membahayakan,” terang Intan.

Sampai saat ini, tindakan pencegahan dan pengendalian demam berdarah. Misalnya dengan penggunaan bahan kimia yaitu fogging dengan insektisida, edukasi kepada masyarakat dan pengurangan tempat perkembangbiakan nyamuk.

"Tetapi hal itu tidak dapat mencegah bertambahnya populasi nyamuk. Karena itu, kita perlu pendekatan baru,” ujar Intan.

Baca Juga: Jika Anak Anda Berkurang Buang Air Kecil, Segera Datangi Rumah Sakit, Waspada Kasus Gagal Ginjal Akut

Intan menegaskan, mengurangi ketergantungan pada insektisida, tetapi lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Salah satunya dengan Teknik Serangga Mandul sehingga menekan jumlah populasi nyamuk. ***

Halaman:

Tags

Terkini

Peduli Pelanggan, PLN Cek kWh Meter Demi Keselamatan

Selasa, 6 Februari 2024 | 09:45 WIB

5 Perbedaan Antara Jaringan 4G dan 5G, Yuk Pelajari!

Kamis, 14 September 2023 | 13:00 WIB