Aedes Nyamuk Mematikan
Profesor Intan Ahmad Musmeinan, Guru Besar Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB, leader dari kegiatan pengendalian nyamuk Aedes ini, menjelaskan nyamuk adalah hewan paling mematikan di dunia.
Intan menyampaikan kasus DBD pertama kali ditemukan di Jakarta dan Surabaya pada tahun 1968. Kasus DBD semakin meningkat dari waktu ke waktu. “Angka kematian akibat DBD tidak berada pada tingkat yang sangat tinggi tetapi tetap dapat membahayakan,” terang Intan.
Sampai saat ini, tindakan pencegahan dan pengendalian demam berdarah. Misalnya dengan penggunaan bahan kimia yaitu fogging dengan insektisida, edukasi kepada masyarakat dan pengurangan tempat perkembangbiakan nyamuk.
"Tetapi hal itu tidak dapat mencegah bertambahnya populasi nyamuk. Karena itu, kita perlu pendekatan baru,” ujar Intan.
Intan menegaskan, mengurangi ketergantungan pada insektisida, tetapi lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Salah satunya dengan Teknik Serangga Mandul sehingga menekan jumlah populasi nyamuk. ***
Artikel Terkait
Jadwal Acara MNCTV Minggu 13 November 2022
Jadwal Acara Trans TV Hari Ini, Minggu 13 November 2022
Hingga Oktober, Polisi Tilang Manual Ratusan Ribu Pengendara di Wilayah Polda Metro Jaya
Dua Gol Striker Brentford Ivan Toney Permalukan Manchester City di Kandang Sendiri
Marco Verratti Perpanjang Kontrak dengan PSG Hingga 2026
Tanpa Cristiano Ronaldo, Ini Strategi Manchester United Hadapi Fullham
Ada (Hantu) Farel Prayoga di Indosiar, Kok Bisa?