Melihat Sejarah Pelabuhan Merak Banten, Ternyata Begini!

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Selasa, 31 Desember 2024 | 23:27 WIB
Dermaga Ekskutif Pelabuhan Merak kembali lengang usai puncak arus mudik kemarin di periode Nataru 2024-2025. (Uri/Bantenraya.com)
Dermaga Ekskutif Pelabuhan Merak kembali lengang usai puncak arus mudik kemarin di periode Nataru 2024-2025. (Uri/Bantenraya.com)



JURNALMETROPOLITAN.com -- Pelabuhan Merak di Banten memiliki sejarah yang panjang, mulai dari pelabuhan nelayan hingga pelabuhan penyeberangan.

Hingga saat ini, Pelabuhan Merak menjadi penghubung antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera sejak dioperasikan pertama kalinya pada tahun 1912an.

Pelabuhan ini dulunya merupakan pelabuhan besar sekaligus pelabuhan tertua di Pulau Jawa sebagai pintu gerbang perdagangan internasional untuk Nusantara (Indonesia).

Baca Juga: Mengintip Waduk Kenceng Cilegon, Fungsi dan Sejarahnya

Merak merupakan wilayah yang berada di ujung Barat Pulau Jawa, tepatnya terletak di Kota Cilegon, Provinsi Banten.

Sejak masa kolonial Belanda, hingga sekarang Pelabuhan Merak merupakan pelabuhan yang masih beroperasi dalam pendistibusian barang dan jasa dan tempat bersandarnya kapal-kapal besar.

Saat ini, Pelabuhan Merak berperan penting dalam sistem transportasi Indonesia dengan menjadi jalur utama yang menghubungkan antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.

Baca Juga: Masjid Agung Cilegon, Punya Sejarah Peradaban Islam

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan populasi di kedua pulau ini, Pelabuhan Merak menjadi pintu gerbang utama bagi lalu lintas barang dan orang antara dua pulau terbesar di Indonesia.

Karena posisinya yang strategis, Pelabuhan Merak menjadi pusat kegiatan ekonomi dan perdagangan yang penting.

Aktivitas bongkar muat barang, distribusi barang, dan transportasi antar pulau yang dilakukan di Pelabuhan Merak menjadi motor penggerak ekonomi di wilayah sekitarnya.

Baca Juga: Pj Wali Kota Lantik Pejabat Fungsional Perizinan

Pelabuhan ini menjadi pusat utama bagi arus barang dan orang antara Pulau Jawa dan Sumatera.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X