“Ada lima jenis tumbuhan utama yang paling banyak disebut dalam Qur’an yang kami tanam di area utama, kelima jenis ini menandakan lima waktu sholat dan jumlah 17 pohon yang menandakan jumlah raka’at,” tandasnya
Kelima tumbuhan tersebut yang pertama ada Ficus carica L. atau lebih dikenal dengan sebutan buah tin (ara atau fig). Selanjutnya ada Punica granatum L. atau lebih akrab disebut delima (pomegranate), Tumbuhan lainnya adalah Vitis vinifera L. atau dikenal dengan anggur (grape). Ketiga tumbuhan ini, ditanam sebanyak 4 pohon yang menandakan waktu sholat dzuhur, ashar dan isya.
Baca Juga: Berkah Ramadan, Kebun Raya Bogor Santuni 30 Anak Yatim
Tumbuhan lainnya adalah Phoenix dactylifera L. atau lebih dikenal kurma (date palm). Tumbuhan ini ditanam sebanyak 2 pohon yang menandakan waktu sholat shubuh. Terakhir adalah tumbuhan Olea europaea L. atau lebih dikenal sebagai olive/zaitun.
"Tumbuhan ini ditanam sebanyak 3 pohon yang menandakan waktu shalat magrib. Pemilihan jenis tumbuhan adalah jenis-jenis yang adaptif di Indonesia," pungkasnya
Disamping itu, hadirnya taman ini juga merupakan upaya untuk memaksimalkan area halaman masjid serta program edukasi Tour de Taman Tumbuhan Qur’an. Masjid tersebut dibangun dengan arsitektur khas Nusantara Indonesia ini berbentuk atap limas bersusun tiga yang menunjukkan filosofi kebutuhan hidup yaitu iman, Islam, dan ihsan.
Taman Tumbuhan Qur’an ini dibangun pada lahan seluas 754,3 m2. Pola desain yang diaplikasikan pada tapak ini diadaptasi dari logo segilima yang menandakan bahwa masjid ini dibangun oleh (Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila/YAMP), sebagai bentuk penghargaan terhadap pembangunan masjid ini serta mengangkat prinsip sholat 5 waktu.
Pola desain akan diterapkan dalam pola sirkulasi taman. Konsep fungsional tapak ini adalah memfasilitasi user untuk bersantai dan sekaligus menunjang aktivitas edukasi tumbuhan yang ada di dalam Al-Qur’an.
“Konsep desain islamic center untuk mengedukasi dan pembinaan masyarakat mengenai ilmu agama Islam yang fungsinya memfasilitasi kebutuhan masyarakat muslim, beribadah, belajar, dan bermusyawarah,” jelasnya.
Tapak ini menerapkan pola berupa geometrik dan simetris yang berfokus kepada penekanan pada vegetasi dan elemen taman. Pola ini menggabungkan antara aktivitas user disekitar masjid dengan kegiatan edukasi.***