JURNALMETROPOLITAN.com - Koalisi Rakyat Siliwangi menilai, pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) 2024 berjalan secara tidak jujur dan adil.
Koordinator Koalisi Rakyat Siliwangi Irfan Fauzi Arief menilai, banyaknya dugaan pelanggaran dalam proses pesta demokrasi lima tahunan ini terlihat dari adanya temuan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI.
Irfan menyampaikan, Bawaslu menemukan 13 masalah pada proses pemungutan suara dan 6 masalah dalam penghitungan suara dalam Pemilu 2024.
Baca Juga: Kawal Pemilu di Jakarta, PLN UID Jakarta Raya Siapkan Posko Siaga Kelistrikan Pemilu
"Padahal pelaksanaan Pemilu yang jujur dan adil adalah kunci utama pelaksanaan demokrasi yang sehat di Indonesia," kata Irfan, dalam konferensi persnya, di Bogor, Selasa 20 Februari 2024
Irfan menambahkan, pihaknya juga menyesalkan adanya penggiringan opini secara terstruktur, sistematis, dan masif atas hasil Pemilu 2024 berdasarkan hasil quick count.
Untuk itu, sambung Irfan, masyarakat diminta untuk bersabar dan menghormati proses yang sedang berlangsung terkait perhitungan suara real count KPU.
Baca Juga: Ikuti Kegiatan 'Ngubek Kulah', Warga Kota Bogor Kompak Menangkan Pasangan Ganjar - Mahfud
"Kami meminta kepada DPR, kalangan akademisi, dan mahasiswa untuk bersama-sama mengawasi KPU, Bawaslu dan DKPP serta aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti laporan pelanggaran etika maupun pidana pemilu secara adil, transparan dan tanpa pandang bulu," pungkasnya.***
Artikel Terkait
Sapa Warga, Agi Agassi Disambut Curhatan Emak-emak
Ribuan Kader PKS Hadiri Kampanye Akbar di Bogor, Targetkan Suara AMIN Tembus 80 Persen di Jawa Barat
Baru Keluar Langsung Open War, Ahok Blunder Sumpahi Oma 82 Tahun Menyesal Karena Tidak Memilih Ganjar-Mahfud