Usai Ikuti Arahan Mendagri, Pj Bupati Bogor Langsung Pimpin High Level Meeting dalam Upaya Pengendalian Inflasi

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Rabu, 4 Desember 2024 | 11:25 WIB
Usai Ikuti Arahan Mendagri, Pj Bupati Bogor Langsung Pimpin High Level Meeting dalam Upaya Pengendalian Inflasi (Dims / Jurnalmetropolitan.com )
Usai Ikuti Arahan Mendagri, Pj Bupati Bogor Langsung Pimpin High Level Meeting dalam Upaya Pengendalian Inflasi (Dims / Jurnalmetropolitan.com )



JURNALMETROPOLITAN.com - Penjabat (Pj) Bupati Bogor, Bachril Bakri beserta jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengikuti arahan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian secara virtual pada Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi, Ruang Rapat 1, Sekretariat Daerah, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa 3 Desember 2024.

Usai mengikuti arahan Mendagri, Pj Bupati Bogor langsung memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bogor.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian menyampaikan, kita bersyukur karena angka inflasi di bulan November kemarin turun di angka 1,55 persen dari bulan Oktober sebelumnya sebesar 1,71 persen.

Baca Juga: Menkop Pastikan Kesiapan Program Dukung Asta Cita Swasembada Pangan

“Angka tersebut menunjukan angka terendah semenjak Indonesia Merdeka. Ini mendapat apresiasi dari Presiden Prabowo pada rapat kabinet kemarin,” ujar Tito.

Tito menjelaskan, rentang target pemerintah pusat adalah antara 1,5 sampai 3,5 persen, jika bisa mengelola di angka ini bisa dinilai berhasil menjaga keseimbangan.

"Kita bukan negara konsumen seperti Singapura, di negara kita ada produsen maka target kita tidak boleh sampai di bawah 1,5 persen," katanya.

Baca Juga: SAH! KPU Umumkan Hasil Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara Pilwalkot Bogor, Ini Hasilnya!

“Di angka 1,5 persen masyarakat atau konsumen senang karena harga-harga terjangkau, sebaliknya tidak boleh melebihi angka 3,5 persen karena sisi lain produsen senang tetapi menyulitkan konsumen, terutama masyarakat miskin,” sambung Mendagri Tito Karnavian.

Usai mengikuti arahan Mendagri, selanjutnya rakor dilanjutkan pada High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bogor, yang langsung dipimpin Pj Bupati Bogor, Bachril Bakri.

Rapat dihadiri secara langsung oleh Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, Asisten Direktur Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, perwakilan Kementerian Dalam Negeri, perwakilan Forkopimda, Staf Ahli, perwakilan Kadin, PD. Pasar Tohaga, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Badan Pusat Statistik, Pimpinan Bank BJB Cibinong, perwakilan Bulog, dan para Camat.

Baca Juga: 3 Fakta Kasus Penembakan Oknum Polisi Terhadap Anak Sekolah di Semarang, Terbaru Menteri HAM Ungkap Soal Siswa yang Tewas

Pj Bupati Bogor, Bachril Bakri menjelaskan, High Level Meeting ini merupakan pertemuan penting dalam rangka upaya mengendalikan inflasi di Kabupaten Bogor.

Menurutnya, setiap minggu ia selalu mengikuti rakor pengendalian inflasi yang langsung dipimpin Mendagri, dan dirinya selalu minta jajaran Pemkab Bogor harus mengikuti dengan baik rakor tersebut.

“Sesuai arahan Mendagri, angka inflasi dibawah 1,5 persen tidak baik bagi produsen utamanya para petani dan nelayan. Kita tidak bisa hanya menyenangkan dari sisi konsumen tapi juga produsen jadi harus menjaga keseimbangan,” jelas Bachril.

Baca Juga: Mengenal 4 Pemain Abroad Garuda Pertiwi, Usai Timnas Indonesia Melaju ke Babak Final AFF Women’s 2024!

Bachril menerangkan, pada forum tersebut juga bisa menjadi jalan keluar bila terjadi inflasi yang tinggi, serta menentukan langkah strategi apa yang bisa dilakukan untuk mengendalikan inflasi, serta memastikan distribusi kebutuhan pokok terjamin.

“Mendagri ingin kita semua sinergi sampai ke tingkat bawah dalam mengendalikan inflasi, pendekatan yang dilakukan oleh Mendagri mengendalikan inflasi ini, dinilai yang terbaik di dunia,” terang Bachril.

Bachril berharap, High Level Meeting ini dapat meningkatkan sinergi kita, serta memberikan arahan upaya-upaya apa yang bisa kita lakukan dalam mengendalikan inflasi di Kabupaten Bogor.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Koperasi, Pondasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 31 Mei 2026 | 19:32 WIB
X