Menelusuri Sejarah Berdirinya Kerajaan Pajajaran, Pusat Kejayaan Sunda di Tanah Parahyangan

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Sabtu, 31 Mei 2025 | 20:47 WIB
Ilustrasi Kehidupan Ekonomi Kerajaan Pajajaran (Ist)
Ilustrasi Kehidupan Ekonomi Kerajaan Pajajaran (Ist)

 

 

JURNALMETROPOLITAN.com – Kerajaan Pajajaran merupakan salah satu kerajaan besar yang pernah berjaya di tanah Jawa bagian barat, tepatnya di wilayah yang kini dikenal sebagai Provinsi Jawa Barat. Berdiri sekitar abad ke-14, Kerajaan Pajajaran menjadi pusat kekuasaan dan kebudayaan Sunda yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah Nusantara.

Pajajaran dipercaya bermula dari Kerajaan Sunda yang sebelumnya telah eksis sejak masa Tarumanegara. Setelah kemunduran Tarumanegara, kekuasaan beralih ke Kerajaan Sunda yang kemudian berkembang dan memindahkan pusat pemerintahannya ke daerah Pakuan, yang saat ini dikenal sebagai Kota Bogor. Di sinilah Kerajaan Sunda mulai dikenal dengan sebutan Pajajaran, mengacu pada Pakuan Pajajaran sebagai ibu kotanya.

Puncak kejayaan Pajajaran terjadi pada masa pemerintahan Prabu Siliwangi, yang dikenal sebagai raja besar yang bijaksana dan berwibawa. Di bawah kepemimpinannya, Pajajaran mencapai stabilitas politik, kemajuan ekonomi, serta perkembangan budaya Sunda yang kaya, termasuk dalam seni, sastra, dan kepercayaan lokal.

Baca Juga: Liburan Seru dan Nyaman, Berikut 5 Rekomendasi Tempat Menginap di Pantai Anyer

Letak geografis Pakuan yang strategis di antara jalur perdagangan dari pesisir utara ke pedalaman menjadikan Pajajaran sebagai pusat perdagangan yang penting. Pelabuhan utama kerajaan ini adalah Sunda Kalapa, yang kini dikenal sebagai Jakarta. Dari pelabuhan ini, Pajajaran menjalin hubungan dagang dengan berbagai bangsa, termasuk Tiongkok, India, dan bahkan bangsa Eropa.

Meskipun demikian, kejayaan Pajajaran tidak berlangsung abadi. Ancaman dari luar, terutama dari Kesultanan Banten dan Cirebon yang telah memeluk Islam, mulai mengguncang stabilitas kerajaan Hindu ini. Persaingan dagang, perbedaan ideologi keagamaan, dan kekuatan militer yang lebih agresif dari kerajaan-kerajaan Islam menyebabkan tekanan besar terhadap Pajajaran.

Pada pertengahan abad ke-16, Pajajaran mengalami serangan bertubi-tubi. Puncaknya adalah pada tahun 1579 ketika Kesultanan Banten di bawah Maulana Yusuf berhasil merebut ibu kota Pakuan Pajajaran. Serangan ini menandai runtuhnya Kerajaan Pajajaran secara politik dan militer.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Tempat Menginap di Serang untuk Liburan Seru dan Nyaman

Meski secara kekuasaan kerajaan ini runtuh, namun warisan budaya Pajajaran tetap hidup hingga kini. Nilai-nilai budaya Sunda seperti tata krama, adat istiadat, dan cerita-cerita legenda yang berasal dari masa Pajajaran masih melekat kuat di masyarakat Jawa Barat.

Banyak peninggalan sejarah yang masih bisa ditelusuri, seperti Prasasti Batu Tulis di Bogor yang menjadi bukti keberadaan Kerajaan Pajajaran dan penghormatan terhadap Prabu Siliwangi. Selain itu, berbagai kisah seperti legenda Prabu Siliwangi, Sri Baduga Maharaja, hingga kisah mistis seperti Sangkuriang turut menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat.

Sejarah berdirinya dan runtuhnya Kerajaan Pajajaran menjadi pengingat pentingnya menjaga identitas dan warisan budaya. Pajajaran bukan hanya simbol masa lalu, tapi juga cerminan bagaimana peradaban lokal mampu membentuk nilai-nilai yang tetap hidup di masa kini.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

HJB ke-544 Resmi Ditutup oleh Dedie Rachim

Selasa, 30 Juni 2026 | 23:33 WIB
X