JURNALMETROPOLITAN.com - Berikut adalah sejarah singkat berdirinya Kebun Raya Bogor, salah satu ikon kota dan pusat penelitian botani tertua di Asia Tenggara:
Sejarah Berdirinya Kebun Raya Bogor
Kebun Raya Bogor didirikan pada tanggal 18 Mei 1817 oleh Prof. Dr. C.G.C. Reinwardt, seorang ahli botani asal Belanda. Pada masa itu, Indonesia masih berada di bawah kekuasaan Hindia Belanda, dan Reinwardt ditunjuk sebagai Direktur Pertanian, Seni, dan Ilmu Pengetahuan. Ia memanfaatkan lahan yang berada di sekitar Istana Bogor untuk membuat sebuah kebun botani sebagai tempat pengumpulan dan penelitian tanaman tropis dari berbagai wilayah di nusantara.
Awalnya, area ini merupakan taman Istana Bogor yang sudah ada sejak abad ke-18 dan digunakan oleh Gubernur Jenderal Belanda sebagai tempat peristirahatan. Reinwardt kemudian mengembangkan taman tersebut menjadi kebun botani dengan mengimpor ribuan spesies tanaman dari berbagai daerah, termasuk dari India, Amerika, dan Afrika. Penanaman dan pengelolaan awal dibantu oleh beberapa ahli botani dan hortikultura, termasuk Justus Carl Hasskarl dan Johannes Elias Teijsmann.
Baca Juga: Lagi Cari Kafe Kekinian yang Instagramable di Kota Bogor? Yuk Simak 3 Rekomenadasinya!
Pada masa kepemimpinan Teijsmann sebagai kurator, Kebun Raya Bogor berkembang pesat. Ia membangun herbarium, laboratorium, dan rumah kaca untuk menunjang kegiatan ilmiah. Bahkan, pada tahun 1868, di kawasan ini juga dibuka sekolah pertanian pertama di Indonesia.
Kebun ini kemudian menjadi pusat penelitian botani internasional, menarik ilmuwan dari berbagai negara.
Selain sebagai pusat penelitian, Kebun Raya Bogor juga berfungsi sebagai tempat konservasi, pendidikan, dan rekreasi. Koleksinya yang kini mencapai lebih dari 15.000 jenis tanaman menjadikannya salah satu kebun botani terlengkap di dunia.
Kawasan ini juga menjadi rumah bagi pohon-pohon raksasa, taman tematik seperti taman anggrek dan taman obat, serta danau yang menambah keindahan suasana.
Hingga kini, Kebun Raya Bogor tetap menjadi simbol kebanggaan nasional, mencerminkan perpaduan antara keindahan alam dan kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia.
Ia menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah, dari masa kolonial hingga Indonesia merdeka, serta tetap relevan sebagai pusat konservasi dan edukasi lingkungan.
Artikel Terkait
Jadi Saksi Bisu Perjuangan Kemerdekaan, Berikut Sejarah Lengkap Tentang Gedung Sate Bandung
Sejarah dan Rekomendasi Batik yang Cocok Buat Kamu, Yuk Intip!
Sejarah Gunung Salak, Asal Usul hingga Peran Pada Masa Penjajahan