JURNALMETROPOLITAN.com - Ondel-ondel menjadi salah satu kesenian tradisional Betawi yang sangat populer di Tanah Air khususnya Jakarta dan sekitarnya.
Berikut penjelasan lengkap mengenai sejarah, fungsi, dan perkembangan ondel-ondel:
Sejarah Ondel-ondel
Asal-usul ondel-ondel bermula pada masa lampau ketika Sunda Kelapa (sekarang Jakarta) berperan sebagai pusat perdagangan di Pulau Jawa. Pada zaman itu, banyak pedagang dari berbagai daerah datang ke Sunda Kelapa.
Baca Juga: Terima SK Kepengurusan 2025–2030, Dedie A. Rachim Resmi Nahkodai PAN Kota Bogor
Rasa rindu kampung halaman mendorong mereka menciptakan patung-patung besar yang dihias dengan rambut jagung dan kain sarung. Patung-patung inilah yang kemudian dikenal sebagai ondel-ondel, menjadi simbol kerinduan mereka terhadap kampung halaman.
Fungsi Ondel-ondel
Ondel-ondel berperan sebagai media untuk menumbuhkan semangat dan kebersamaan di kalangan masyarakat Betawi. Biasanya, kesenian ini tampil dalam acara pernikahan, upacara adat, dan festival budaya di Jakarta.
Selain itu, ondel-ondel juga dipercaya mampu mengusir roh jahat dan menjaga keselamatan rumah penduduk.
Bentuk dan Penampilan
Ondel-ondel berbentuk patung besar yang umumnya terbuat dari anyaman bambu. Patung ini dihias dengan kain sarung dan rambut jagung di kepala serta pinggang. Dua orang pemain menggerakkan ondel-ondel dari dalam dengan menarik tali.
Para pemain pun mengenakan kostum dan topeng yang menyerupai berbagai binatang, seperti harimau, naga, atau burung.
Perkembangan Ondel-ondel
Seiring waktu, ondel-ondel mengalami perubahan dalam bahan dan tampilannya. Kini, patung ondel-ondel sering dibuat dari bahan modern seperti plastik dan kain polyester. Bentuknya pun semakin beragam, tidak hanya menampilkan binatang, tetapi juga tokoh cerita rakyat dan mitologi.
Keberadaan Saat Ini
Meskipun jumlah ondel-ondel semakin berkurang di Jakarta, kesenian ini tetap dilestarikan oleh kelompok seniman dan budayawan Betawi. Ondel-ondel juga menjadi daya tarik wisata sekaligus bagian penting dari identitas budaya Betawi.(*)
Artikel Terkait
Sejarah Berdirinya Kota Semarang: Dari Pelabuhan Kuno hingga Pusat Perdagangan Jawa Tengah
Sejarah Berdirinya Kota Semarang: Dari Pelabuhan Kuno hingga Pusat Perdagangan Jawa Tengah
Menelusuri Sejarah Berdirinya Kerajaan Pajajaran, Pusat Kejayaan Sunda di Tanah Parahyangan