Kebun Raya Bogor Sulap Wisata Jadi Ruang Belajar Kreatif

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05 WIB
Kebun Raya Bogor Sulap Wisata Jadi Ruang Belajar Kreatif (Dims / jurnalmetropolitan.com)
Kebun Raya Bogor Sulap Wisata Jadi Ruang Belajar Kreatif (Dims / jurnalmetropolitan.com)

 

JURNALMETROPOLITAN.com - Berkunjung ke kebun raya kini tak hanya soal menikmati hijaunya pepohonan dan keindahan koleksi tumbuhan. Pengalaman wisata yang memadukan edukasi, praktik langsung, kreativitas, serta interaksi dengan alam mulai menjadi pilihan baru bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pengalaman lebih bermakna dari sebuah perjalanan..

Melihat perkembangan tersebut, Kebun Raya Bogor terus mengembangkan konsep eduwisata berbasis pengalaman melalui berbagai kelas edukasi yang mengajak pengunjung belajar tentang tumbuhan dan lingkungan secara langsung.

Beragam kelas tersedia dengan tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari Kompos, Propagasi Tanaman Buah (mencangkok), Tabulampot, Kokedama, Nepenthes, Terrarium, Platycerium, Kultur Jaringan, Oshibana, hingga Ecoprint.

Baca Juga: Dedie Rachim Buka Turnamen Mini Soccer Wali Kota Bogor Cup 2026: Pererat Silaturahmi

Melalui kelas-kelas tersebut, pengunjung tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga diajak melakukan praktik dengan pendampingan fasilitator. Harga kelas edukasi mulai dari Rp 65.000 per peserta, belum termasuk tiket masuk Kebun Raya, tergantung jenis aktivitas yang dipilih. Bahan dan perlengkapan praktik telah disiapkan oleh pengelola.

General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya, Zaenal Arifin, mengatakan pengembangan kelas edukasi merupakan bagian dari upaya menjadikan Kebun Raya sebagai ruang interaksi masyarakat dengan alam.

“Kebun Raya bukan hanya tempat untuk melihat dan menikmati koleksi tumbuhan. Di sini masyarakat juga dapat belajar dan berinteraksi langsung dengan tumbuhan melalui berbagai aktivitas. Kami ingin pengalaman tersebut dapat membangun pengetahuan sekaligus kepedulian terhadap konservasi,” ujarnya.

Baca Juga: Dedie Rachim Lepas Kafilah Zikir dan Doa Kebangsaan Kota Bogor ke Monas

Menurut Zaenal, pendekatan berbasis pengalaman membuat proses belajar menjadi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Peserta dapat melihat secara langsung bagaimana tumbuhan diperbanyak, dirawat, dimanfaatkan, hingga diolah menjadi produk kreatif.

“Ketika seseorang terlibat langsung dalam sebuah proses, pengalaman belajarnya akan berbeda. Karena itu, kelas-kelas ini kami rancang agar peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mencoba dan menghasilkan sesuatu dari proses tersebut,” katanya.

Oshibana: Mengubah Keindahan Tumbuhan Menjadi Karya

Salah satu kelas yang merepresentasikan konsep belajar melalui pengalaman tersebut adalah Oshibana. Oshibana merupakan seni membuat karya dengan memanfaatkan bunga dan dedaunan yang dikeringkan menggunakan teknik press. Dalam kelas ini, peserta diperkenalkan pada teknik dasar Oshibana dan kemudian diajak mempraktikkannya secara langsung menggunakan material yang telah disediakan.

Baca Juga: Dukung Gladiator Bogor Arena, Dedie Rachim: Lewat Olahraga, Anak-anak Kota Bogor Dapat Ukir Prestasi

Nama Oshibana berasal dari bahasa Jepang, yaitu oshi yang berarti “ditekan” dan bana yang berarti “bunga”. Teknik tersebut memungkinkan bunga dan daun yang telah dikeringkan tetap mempertahankan bentuk serta warna alaminya untuk kemudian dikreasikan menjadi karya seni.
Aktivitas ini tidak hanya mengasah kreativitas, tetapi juga membutuhkan ketelitian, fokus dan kesabaran.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Toleransi Beragama Lewat Bebersih Sungai Cibalok

Kamis, 6 Agustus 2026 | 08:19 WIB
X