Peserta ditantang untuk menyusun material tumbuhan secara cermat hingga menghasilkan komposisi yang memiliki nilai estetika.
Pengalaman tersebut dirasakan oleh peserta Kampung Inggris LC yang mengikuti kelas Oshibana di Gedung Samida, Kebun Raya Bogor, pada 4 Juli 2026. Salah satu peserta, Aurora (15 tahun), mengatakan dirinya tertarik mengikuti kelas tersebut karena memiliki ketertarikan terhadap seni visual dan bunga.
“Saya tertarik sekali dengan kelas ini karena baru pertama kali ikut. Sebenarnya saya juga suka hal-hal seni visual dan estetika bunga, jadi excited saat ikut kelas ini. Setelah mengikuti kelas edukasi ini, saya jadi tahu bagaimana proses menata dan mengawetkan bunga dengan teknik Oshibana,” ujarnya.
Peserta lainnya, Arsyad, melihat kelas tersebut sebagai aktivitas positif untuk melatih fokus dan kreativitas.
Baca Juga: Jenal Mutaqin: LPM Harus Hadir Mengawal Persoalan Masyarakat
“Saya tertarik ikut karena ingin mencari kegiatan positif yang bisa melatih fokus dan kreativitas. Seni Oshibana ini unik dan berbeda dari kerajinan tangan pada umumnya. Setelah mengikuti kelas ini, saya jadi tahu cara membuat Oshibana. Selain itu, manfaat yang paling saya rasakan adalah melatih kesabaran,” tuturnya.
Dari Rekreasi Menuju Pengalaman Edukatif
Pengembangan kelas edukasi menjadi salah satu upaya Kebun Raya Bogor memperluas fungsi ruang konservasi sebagai tempat belajar yang dapat diakses berbagai kelompok masyarakat.
Program tersebut terbuka bagi masyarakat umum, mulai dari anak-anak, keluarga, pelajar, mahasiswa, komunitas hingga kelompok yang ingin melakukan kegiatan edukasi di luar ruang kelas.
Konsep serupa juga dikembangkan di kebun raya lainnya yang dikelola PT Mitra Natura Raya sebagai mitra strategis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Program disesuaikan dengan karakteristik dan potensi masing-masing kebun raya, termasuk koleksi tumbuhan serta lingkungan yang dimiliki.
Melalui pendekatan tersebut, kunjungan ke kebun raya diharapkan tidak berhenti pada aktivitas rekreasi. Setiap kunjungan dapat menjadi kesempatan untuk mengenal keanekaragaman hayati, memahami pentingnya konservasi, sekaligus memperoleh pengalaman baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pada akhirnya, kami ingin masyarakat pulang dari Kebun Raya tidak hanya membawa foto atau hasil karya, tetapi juga membawa pengetahuan dan pengalaman baru tentang tumbuhan. Dengan cara itu, konservasi dapat hadir lebih dekat dalam kehidupan masyarakat,” pungkas Zaenal.(*)
Artikel Terkait
Mengenal Budaya Sunda Lewat KULTURA Sunda Ngariung, Wamenbud Giring Ganesha Ajak Masyarakat Liburan di Kebun Raya Bogor
Kesuksesan BRIN dalam inovasi Public-Private Partnership bersama PT. Mitra Natura Raya dalam Pengelolaan Kebun Raya BRIN
Pesona Sakura Bermekaran, Kebun Raya Cibodas Tawarkan Panorama Alam yang Menawan