Petani di Tapanuli Tengah Harus Lewati Jalan Bekas Longsoran hingga Seberangi Sungai untuk Menjual Durian

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Selasa, 23 Desember 2025 | 11:19 WIB
Petani durian di Tapanuli Tengah yang sedang berjuang untuk menjual hasil panen duriannya. (Instagram/masjidnurulashri - TikTok/zaits_bf)
Petani durian di Tapanuli Tengah yang sedang berjuang untuk menjual hasil panen duriannya. (Instagram/masjidnurulashri - TikTok/zaits_bf)



JURNALMETROPOLITAN.com - Petani durian di Sumatera harus menghadapi tantangan besar pascabanjir dan longsor yang terjadi pada akhir November lalu.

Kondisi jalan yang putus karena terjangan banjir dan longsor itu membuat akses para petani untuk menjual durian menjadi lebih sulit dari sebelumnya.

Viral di media sosial beberapa video yang menunjukkan perjuangan para petani durian harus memikul buah sambil berjalan di kawasan bekas banjir demi bisa menjual hasil panennya.

“Seorang anak harus memikul hasil panen durian hari ini yang selamat dari longsor untuk dijual demi memenuhi kebutuhan hidup,” tulis akun TikTok @zaits_bf, dikutip pada Kamis, 18 Desember 2025.

Dalam keterangannya, tertulis bahwa anak tersebut berasal dari Desa Muara Sibuntuon, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Baca Juga: Curhat Influencer Vilmei Lihat Ketangguhan Warga di Aceh Tamiang usai Bencana: Mereka Kekurangan tapi Tetap Ceria

“Masih ada yang bisa dijual, untung masih ada hasil panen yang selamat dari longsoran,” tulisnya lagi.

“Memikul berkio-kilo jauhnya karena akses jalan dan jembatannya terputus,” lanjutnya.

Seberangi Sungai dan Puing-Puing Kayu

Momen serupa juga dibagikan oleh akun Instagram @masjidnurulashri, menunjukkan para petani durian melintasi medan yang sulit usai terjangan banjir.

“Perjuangan petani durian di tengah kondisi bencana. Akses jalan terputus tapi harus tetap sampai pasar,” mengutip dari keterangan videonya pada Kamis, 18 Desember 2025.

Dalam video tersebut, terlihat mereka harus melewati puing kayu yang menumpuk.

Kayu-kayu tersebut menjadi jembatan untuk menyeberang dan akses sambil membawa durian dengan ember di atas kepala.

Baca Juga: Setelah Raih Medali Emas di SEA Games 2025, Petenis Justin Barki Gelontorkan Bonus Rp1 M untuk Korban Bencana Sumatera

Tak hanya itu, para petani juga memikul durian dan melewati sungai dengan tinggi air selutut serta memiliki arus yang cukup deras.

Lebih lanjut, informasi tambahan yang disebutkan bahwa buah durian di Tapanuli Tengah kini dijual sekitar Rp10.000 hingga Rp15.000 per buah.

Warganet: Beli Jangan Ditawar Lagi

Kolom komentar pun dipenuhi oleh warganet yang bersimpati dengan murahnya harga durian di Sumatera dan akses yang harus dilewati.

Tak sedikit pula yang mengingatkan agar pembeli tak lagi menawar harga durian-durian tersebut.

Beberapa komentar dari warganet seperti, “Mereka manusia-manusia mulia yang rela bersusah payah demi rezeki yang halal,” tulis akun @mur********



“Tolong kalau beli ini, jangan ditawar lagi,” tulis akun @cias***

“Di Sumatera harga Rp15.000, di Jogja bisa Rp70.000 sampai Rp80.000, semoga ada donasi untuk borong duriannya biar petani di sana punya uang,” tulis akun @bond********

“Tolong jangan ditawar, kalau bisa beli lebih mahal, mereka tidak ambil keuntungan tapi supaya bisa beli makanan,” tulis akun @ridh*********
***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Koperasi, Pondasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 31 Mei 2026 | 19:32 WIB
X