Tim Relawan Kota Bogor Tangani Ibu Melahirkan di Lokasi Terpencil Aceh

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Rabu, 24 Desember 2025 | 09:56 WIB
 Tim Relawan Kota Bogor Tangani Ibu Melahirkan di Lokasi Terpencil Aceh (dims / jurnalmetropolitan.com)
Tim Relawan Kota Bogor Tangani Ibu Melahirkan di Lokasi Terpencil Aceh (dims / jurnalmetropolitan.com)



JURNALMETROPOLITAN.com - Tim Relawan Peduli Bencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memberikan pelayanan kesehatan bagi saudara terdampak bencana di Aceh

Tim yang dipimpin oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin menemukan sejumlah keluhan kesehatan, hingga penanganan ibu pasca melahirkan di wilayah terpencil.

Hal ini dikisahkan langsung oleh dokter dari Puskesmas Cipaku, Ahmad Danial. Ia menuturkan bahwa tim relawan juga menangani kasus khusus, yakni seorang ibu yang baru melahirkan di lokasi yang sangat terpencil, di tengah hutan. 

Pasien tersebut tinggal hanya bersama suaminya dan belum sempat mendapatkan pemeriksaan lanjutan pasca persalinan yang dibantu oleh bidan.

Baca Juga: Di Desa Lintang Bawah, Tim Relawan Pemkot Bogor Berikan Pelayanan kepada Masyarakat

“Kami diminta datang karena ada ibu yang baru melahirkan. Lokasinya jauh, di tengah hutan. Melahirkannya dibantu bidan, tapi setelah itu belum ditengok lagi,” ujarnya, Rabu (17/12/2025).

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan, menunjukkan kondisi ibu dan bayi dalam keadaan sehat. Tidak ditemukan tanda-tanda pendarahan dan seluruh pemeriksaan vital seperti nadi dan tekanan darah dalam kondisi normal. 

Selain itu, Ahmad mengungkapkan bahwa mayoritas keluhan yang ditangani adalah luka terbuka akibat terkena paku, seng, dan pecahan kaca. 

Baca Juga: Kota Bogor Siap Miliki Museum Pajajaran, Narasi Sejarah Mulai Dirumuskan

Bahkan, saat pertama kali tim tiba di lokasi, langsung dilakukan tindakan pencucian luka terhadap beberapa warga.

“Mayoritas penyakit yang kami tangani itu luka, karena banyak warga yang terkena paku, seng, dan pecahan kaca,” ungkap Ahmad.

Ia menambahkan, selain luka, keluhan yang paling banyak ditemui adalah batuk, pilek, dan gatal. Sementara untuk keluhan gatal, Ahmad menjelaskan bahwa sebagian besar disebabkan oleh kutu air, bukan gatal pada kulit secara umum.

“Gatal yang banyak dikeluhkan itu lebih ke kutu air. Karena warga lama menggunakan sepatu boots, bercampur keringat, dengan kondisi medan yang basah,” jelasnya.

Baca Juga: Yantie Rachim Apresiasi Semangat dan Karya ABK di Kota Bogor

Dalam menjalankan tugas kemanusiaan ini, Ahmad memastikan bahwa ketersediaan obat-obatan yang dibawa oleh Tim Relawan Kota Bogor terbilang lengkap.

“Obat-obatan yang kami bawa lengkap, mulai dari obat batuk, pilek, maag, antibiotik, hingga salep. Alhamdulillah semua tersedia, termasuk infus set yang disediakan oleh Kota Bogor,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Koperasi, Pondasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 31 Mei 2026 | 19:32 WIB
X