Tinjau Armada di Kemuning Gading, Pemkot Kaji Alih Fungsi Bus Sekolah

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Selasa, 31 Maret 2026 | 21:09 WIB
Tinjau Armada di Kemuning Gading, Pemkot Kaji Alih Fungsi Bus Sekolah (Dims / jurnalmetropolitan.com)
Tinjau Armada di Kemuning Gading, Pemkot Kaji Alih Fungsi Bus Sekolah (Dims / jurnalmetropolitan.com)

JURNALMETROPOLITAN.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah melakukan kajian pemanfaatan bus sekolah yang operasionalisasinya belum optimal untuk dijadikan angkutan perintis pada Koridor 3 dan 4.

Menindaklanjuti kajian tersebut, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, beserta jajaran, mengecek langsung kondisi bus sekolah yang diparkir di kawasan Kemuning Gading, Senin (30/3/2026).

“Sedang kita kaji, apakah nanti pengelolaannya oleh Dinas Perhubungan atau oleh Perumda Transportasi Pakuan. Ini akan menjadi perintis untuk Koridor 3 dan 4,” ujarnya.

Baca Juga: Denny Mulyadi Tekankan Transparansi dan Sinkronisasi Data dalam Finalisasi LKPJ 2025

Saat ini, Pemkot Bogor melalui Dinas Perhubungan memiliki empat unit bus sekolah dan empat unit bus wisata Uncal.

Dedie Rachim menjelaskan, kondisi unit saat ini dalam keadaan baik dan laik untuk digunakan. Langkah ini juga menjadi terobosan di tengah pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp300 miliar.

“Tentu harus ada terobosan pemanfaatan untuk bus-bus yang selama ini belum optimal operasionalisasinya, terutama agar masyarakat yang belum terjangkau transportasi memadai bisa terlayani. Kita coba manfaatkan untuk Koridor 3 dan 4. Ini masih dalam kajian, karena kita lihat kondisi unitnya,” ucapnya.

Baca Juga: Pemkot dan Forkopimda Perkuat Sinergi, Kawasan Eks Pasar Bogor Makin Tertata

Setelah dilakukan pengecekan, pihaknya bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor dan BKAD akan menghitung langkah yang dapat diambil untuk memaksimalkan fungsi sarana transportasi umum.

“Karena pemotongan TKD Rp300 miliar tentu ada komponen pembiayaan yang hilang. Sudah tidak mungkin lagi kita pelihara dari TKD, sehingga harus kita pikirkan. Kalau didiamkan, justru akan rusak. Ini bukan merugikan, tapi justru bisa dimanfaatkan untuk masyarakat,” ujar Dedie Rachim.(*) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Koperasi, Pondasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 31 Mei 2026 | 19:32 WIB
X