JURNAL METROPOLITAN - Usai Gunung Merapi 'batuk' pada Sabtu dan Minggu 11 dan 12 Maret 2023 lalu. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebut erupsi Merapi adalah peristiwa alam yang akan berhenti dengan sendirinya.
Selain Sri Sultan juga menyinggung penambangan pasir yang ada di sekitar lereng Gunung Merapi. Menurut Gubernur, erupsi Merapi yang terjadi Sabtu dan Minggu lalu menjadi siklus untuk mengembalikan ekosistem akibat penambang.
Penambangan pasir di sekitar Gunung Merapi sudah menjadi pemandangan umum. Hal ini sebenarnya bermula saat Gunung Merapi meletus pada 2010.
Baca Juga: Wisata ke Tebing Breksi, Nikmati Alam Warisan Leluhur
Letusan itu menyisakan material pasir, sehingga tumpukan vulkanik berupa pasir perlu dilakukan normalisasi. Sejak itu pemerintah setempat memberi izin penambangan galian C bagi perusahaan yang ingin mengangkut material pasir.
Meski begitu karena beberapa alasan Pemerintah Kabupaten Sleman DIY sebenarnya sudah beberapa tahun belakangan ini menutup penambangan pasir.
Hingga 2022 lalu, hanya beberapa perusahaan yang masih mengantongi izin yang boleh melakukan penambangan pasir di lereng Merapi tersebut.
Walhasil tak salah jika Sri Sultan menyebut bahwa erupsi Merapi yang baru-baru ini terjadi merupakan siklus alam mengembalikan ekosistem.
Baca Juga: Ajak Anak Wisata, Banyak Pelajaran Hidup yang Bisa Dipetik
"Merapi itu erupsi ya begitu saja, enggak akan meletus seperti dulu. Yang penting ngebaki sing (memenuhi yang) dirusak karena ditambang. Nanti kalau yang berlubang-lubang itu sudah tertutup akan berhenti sendiri. Memang itu perlu lama karena tidak hanya di atas, tetapi di bawah juga berlubang," ungkap Gubernur DIY usai meninjau pameran JIFFINA di Jogja Expo Center, Sabtu (11/03/2023) sore.
Hingga saat ini Badan Geologi masih belum mengubah status aktivitas pada Gunung Merapi Siaga atau Level III seperti yang ditetapkan pada 2020 lalu.
Seperti diketahui PVMBG-BPPTKG telah menetapkan tingkat aktivitas Gunung Merapi menjadi Siaga sejak tanggal 5 November 2020.
Seperti diberitakan sebelumnya Gunung Merapi dinyatakan memasuki masa erupsi efusif pada tanggal 4 Januari 2021 yang ditandai dengan aktivitas berupa pertumbuhan kubah lava, guguran, dan awan panas guguran.
Baca Juga: Ini Penyebab Erupsi Gunung Merapi Tak Mengarah ke Jogja
Artikel Terkait
Suka Tantangan, Ayo Ikut Tour de Merapi, Picu Adrenalin Wisatawan ke Desa Pancoh
Gunung Semeru Erupsi Lagi, Luncurkan Awan Panas Guguran, Ini Kata PVMG
Rawan Lontaran Batu Erupsi Gunung Semeru, Daerah Ini Harus Waspada
Erupsi Terus Meningkat di Gunung Marapi Sumbar dan Gunung Ijen Jatim, Warga Diminta Waspada
Ini Penyebab Erupsi Gunung Merapi Tak Mengarah ke Jogja