metropolitan

Dirut Perumda Tirta Pakuan: Pipa 12 inci Patah Tergerus Longsor, 30.000 Pelanggan Tertahan Pasokan Air Bersih

Jumat, 17 November 2023 | 11:29 WIB
Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira melakukan pengecekan di lokasi longsor Batu Tulis, Jumat 17 November 2023 (Dimas / Jurnal Metropolitan)

 

JURNALMETROPOLITAN.com -- Pasca terjadinya longsor di Jalan Saleh Danasasmita Kelurahan Batutulis Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor tepatnya diproyek pembangunan underpass, Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan, Rino Indira Gusniawan mengatakan keadaan darurat setelah pipa berukuran 12 inci yang mendukung aliran ke wilayah Empang dan sekitarnya mengalami patah akibat longsor. 

"Pipa tersebut bertujuan untuk mendukung in line pump menuju wilayah Bogor Barat, gangguan ini menghentikan suplai air ke indent pump. Bahwa daerah sekitar Pancasan, Pasir Jaya, Gunung Batu Loji, dan sekitar 10 kelurahan lainnya di wilayah tersebut, dengan sekitar 30.000 pelanggan, terdampak dan tidak mendapatkan layanan air bersih," ujarnya kepada wartawan, Jumat 17 November 2023

Diprediksi, perbaikan pipa tersebut akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun, sebagai upaya darurat, relokasi atau pemasangan pipa sementara akan dilakukan oleh pihak PDAM Tirta Pakuan

Baca Juga: Israel Mulai Ketar Ketir, Gerakan Boikot Produk Pro Israel Dinilai Berhasil!

“Relokasi atau pemasangan pipa sementara akan dilakukan dari Batu Tulis ke depan Istana Batu Tulis. Namun, proses ini memerlukan waktu dan tidak dapat menjangkau semua area terdampak dengan cepat,” jelasnya

Antisipasi kebutuhan air pelanggan, Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor menyiapkan sebanyak 10 armada tangki air, namun keterbatasan waktu dan proses pengisian menghambat distribusi air ke masyarakat. 

“Rencana penyelesaian membutuhkan kerjasama masyarakat serta penyesuaian terhadap kondisi cuaca yang dapat mempengaruhi proses tersebut,” ucapnya. 

Baca Juga: WOW! Polisi Terima Ratusan Aduan Penipuan Tiket Konser Coldplay, Total Kerugian Miliaran Rupiah!

Usaha untuk mempercepat pemulihan pasokan air dilakukan secepat mungkin, namun kondisi lapangan yang terbatas dan hambatan lalu lintas memperlambat proses perbaikan. 

“Proses perbaikan memerlukan penanganan khusus agar tidak mengganggu lalu lintas yang menjadi tantangan tersendiri dalam pemulihan akses air bersih bagi masyarakat,” tandansnya.(*) 

 

 

Tags

Terkini

Koperasi, Pondasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 31 Mei 2026 | 19:32 WIB