metropolitan

Pemkot Bogor Cari Solusi Permanen Soal Longsor di Batutulis

Jumat, 7 Maret 2025 | 09:23 WIB
Pemkot Bogor Cari Solusi Permanen Soal Longsor di Batutulis (Dims / Jurnalmetropolitan.com)

 


JURNALMETROPOLITAN.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan pertemuan dengan Direktur Prasarana Perkeretaapian, Hengki Angkasawan, yang hadir bersama Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Barat (BTP Bandung), Endang Setiawan, di Paseban Punta, Balai Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/3/2025).

Pertemuan tersebut dilakukan guna menindaklanjuti langkah permanen penanganan longsor di Jalan Saleh Danasasmita, Kelurahan Batutulis, Kota Bogor.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menjelaskan bahwa Direktur Prasarana Perkeretaapian dan BTP Bandung telah melakukan penelitian singkat terkait longsoran yang terjadi pada Selasa (4/3/2025).

Baca Juga: KPK Limpahkan Berkas Perkara, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Tinggal Menunggu Waktu Diadili di Meja Hijau

Berdasarkan penelitian tersebut, longsor yang terjadi disinyalir disebabkan oleh adanya saluran atau mata air, yang bahkan jumlahnya lebih dari satu.

"Tadi pertemuan dengan Direktur Prasarana dari Kementerian Perhubungan dan juga Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Barat, ya. Memang mereka sudah melakukan semacam penelitian singkat atau awal terkait bencana longsor yang terjadi di Jalan Saleh Danasasmita. Disinyalir ada saluran air atau mata air yang jumlahnya bukan hanya satu, tetapi ada tiga," ujar Dedie A. Rachim usai pertemuan.

Oleh karena itu, Dedie A. Rachim menambahkan bahwa secara teknis, hal tersebut perlu dikaji lebih dalam terkait kemungkinan langkah-langkah penanganan untuk normalisasi atau pengembalian fungsi Jalan Saleh Danasasmita di wilayah Batutulis.

Baca Juga: Yantie Rachim Buka Pelatihan Siap Kerja bagi Warga Kota Bogor

"Dengan adanya dugaan saluran air di bawah lokasi jalan, maka ada juga kemungkinan kita mencari jalur alternatif lain," ucapnya.

Dedie A. Rachim pun mengungkapkan bahwa jika harus mencari jalur alternatif lain, hal itu didasarkan pada dugaan keberadaan mata air atau aliran air di area tersebut.

Jika aliran mata air ini ditambah dengan beban kendaraan, maka kondisi tanah yang labil berpotensi kembali menimbulkan bencana di kemudian hari.

Baca Juga: Hasil Reses Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Bogor, Ada 100 an Ijazah Tertahan Harus Ditebus Pemkot

"Itu yang tidak kita inginkan. Jangan sampai setiap tahun kita harus melakukan rehabilitasi atau langkah-langkah penanganan sementara. Jika memungkinkan, penyelesaiannya harus permanen untuk jangka menengah dan panjang," tuturnya.

Sebab, menurut Dedie A. Rachim langkah itu akan menjadi pilihan yang paling ideal untuk Kota Bogor.

Halaman:

Tags

Terkini

Koperasi, Pondasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 31 Mei 2026 | 19:32 WIB