"Penyelidikan di dalam seperti apa penyebabnya, itu masih dalam penyelidikan. Saksi-saksi juga kita minta keterangan, dugaan sementara masih proses," tambahnya.
Jaraknya Dekat dengan Kios Dagang
Kusomo menyoroti, jarak antara area SPBE dengan pemukiman warga maupun bangunan lain memang relatif dekat.
Hal tersebut, sehingga mengakibatkan sejumlah rumah, kontrakan, toko, warung, fasilitas publik hingga gudang rongsok mengalami kerusakan sedang hingga parah.
"Ya kalau dilihat memang terlalu dekat dengan pemukiman masyarakat, ini juga posisinya seperti itu," papar Kusumo.
"Tapi, tentunya lebih tepatnya nanti dengan dinas terkait juga perlu untuk dikomunikasikan kaitan hal tersebut," terangnya.
Dugaan Kebocoran Gas
Dalam kesempatan yang sama, Kusumo menduga peristiwa ledakan diduga akibat kebocoran gas menjadi pemicu kebakaran.
Kapolres Metro Kota Bekasi itu menyebut, kebakaran itu diperparah dengan sifat gas yang mengikuti arah angin, sehingga dampak insiden meluas.
"Ya memang namanya gas itu kan mengikuti arah angin. Angin ke mana, kebetulan memang waktu itu menurut saksi mata banyak ke arah depan, sehingga lebih parah, lebih ini kondisinya yang di depan area SPBE," ungkap Kusumo.
"Rumah, kios dagang dan bangunan lain, termasuk ada beberapa kendaraan roda empat yang sedang proses menjelang pengisian. Kerugian material sedang proses penghitungan," tandasnya.
Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan lanjutan dari otoritas berwenang terkait penyebab pasti insiden kebakaran di SPBE Cimuning, Bekasi.(*)